Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

 

JK Minta Parkir Rest Area Ditambah

Rabu 12 Jun 2019 14:31 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari

Para pemudik yang sedang melakukan arus balik, tampak beristirahat dan menikmati suasana pagi di rest area 487 B, Boyolali di ruas tol Semarang- Solo, Jumat (7/6). Rest area fungsional ini memiliki daya tarik pemandangan gunung Merapi yang tampak menjulang.

Para pemudik yang sedang melakukan arus balik, tampak beristirahat dan menikmati suasana pagi di rest area 487 B, Boyolali di ruas tol Semarang- Solo, Jumat (7/6). Rest area fungsional ini memiliki daya tarik pemandangan gunung Merapi yang tampak menjulang.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Penambahan parkir rest area bisa mengurangi kemacetan arus mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti sejumlah hal dalam pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. Meskipun relatif lancar, JK menilai perlu ada evaluasi untuk tempat istirahat sejenak atau rest area ke depannya.

Rest area selama ini menjadi salah satu penyebab kepadatan saat arus mudik lebaran. "Yang jadi masalah adalah rest area, ia mengganti yang Indramayu, Cirebon, dibawa ke rest area, akibatnya rest area penuh," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/6).

Ia berharap area parkir rest area ditambah selama arus mudik Lebaran agar tidak menyebabkan kepadatan selama arus mudik. Sebab, jumlah kendaraan yang memasuki rest area selama mudik melebihi kapasitas area parkir.

"Rest area parkirnya 300 yang mau masuk 1.000. Banyak soal, lain kali parkir harus ditambah," ujar JK.

Selain itu, JK menilai selama arus mudik 2019 masyarakat lebih banyak menggunakan jalan tol sebagai pilihan jalur mudik ketimbang jalur Pantura yang selama ini kerap menjadi pilihan pemudik. Hal ini pun makin membuat kepadatan di jalan tol.

Di sisi lain, hal ini dikeluhkan masyarakat di sekitar jalur pantura. Khususnya, pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur Pantura yang mengeluhkan penurunan omzet karenanya pemudik lebih banyak menggunakan jalur tol.

Namun demikian, JK menilai argumentasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Itu lantaran JK menilai, imbas masyarakat pengguna jalan tol meningkat, menyebabkan kepadatan di jalan tol yang membuat tidak sedikit masyarakat pun keluar dan beralih ke jalur non tol.

"Efek jalan tol, Pantura jadi kurang (peminat), (tapi) kemarin orang yang jalan tol penuh, juga lewat Pantura kan. Orang singgah," kata JK.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES