Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

 

Lebaran Topat Bawa Berkah bagi Pedagang di Lombok

Selasa 11 Jun 2019 20:39 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nashih Nashrullah

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar perayaan lebaran topat di Pantai Duduk, Batulayar, Ahad (2/7) pagi.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar perayaan lebaran topat di Pantai Duduk, Batulayar, Ahad (2/7) pagi.

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Lebaran Topat dirayakan secara antusiasi dan semarak di Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar tradisi Lebaran Topat (ketupat) pada Rabu (12/6).

Baca Juga

Sejumlah tempat menjadi tujuan masyarakat Lombok dalam merayakan Lebaran Topat, mulai dari Pantai Loang Baloq di Kota Mataram, Pantai Duduk di Kabupaten Lombok Barat, hingga Pantai Sire di Kabupaten Lombok Utara.

Di Kota Mataram, sejumlah pedagang ketupat mulai menjajakan dagangannya di Jalan Majapahit hingga Jalan Airlangga yang berada di Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pada Selasa (11/6).

Lokasi ini cukup strategis karena menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat Mataram. Republika.co.id bertemu dengan salah seorang pedagang ketupat, Emayanti. 

Perempuan berusia 33 tahun itu mengaku selalu berjualan ketupat menjelang hari raya Idul Adha, Idul Fitri, dan juga Lebaran Topat. "Setiap tahun selalu berjualan di sini karena lokasinya strategis, terutama pada sore hari kan banyak orang pulang kerja," ujar Emayanti.

Kata Emayanti, berjualan ketupat menjelang lebaran merupakan tradisi bagi warga Punia yang dikenal sebagai salah satu kampung yang menjajakan kuliner lokal.

Emayanti mengatakan selain ketupat, dia juga menjual lontong dengan ukuran panjang dan kue bantal, penganan terbuat dari ketan dan berbungkus lilitan daun kelapa, opor, hingga urap dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. "Menyantap ketupat sudah menjadi tradisi orang Lombok saat Lebaran Topat," ucap Emayanti.

Emayanti mengatakan masyarakat biasanya akan membawa ketupat ke sejumlah destinasi wisata untuk disantap bersama keluarga. Emayanti mengaku berjualan hingga Rabu (12/6) besok. 

Kata Emayanti, tingkat penjualan ketupat lebih laris pada Lebaran Topat ketimbang saat Idul Fitri. "Sekarang lebih ramai karena kalau Idul Fitri kan banyak yang mudik," kata Emayanti.

Lebaran topat merupakan tradisi bagi masyarakat Lombok yang dilaksanakan sepekan setelah hari Idul Fitri atau setelah menunaikan puasa sunat Syawal selama enam hari berturut-turut setelah Idul Fitri. Lebaran topat juga dikenal sebagai lebaran nine (perempuan).

Pada Lebaran Topat masyarakat Lombok akan mengunjungi tempat-tempat yang dianggap mempunyai nilai-nilai sakral, terutama makam untuk mendoakan dam menghormati leluhur yang berdakwah membawa Islam di Pulau Lombok.

Tradisi Lebaran Topat di Lombok Barat digelar di sejumlah tempat, mulai dari Pantai Elak-Elak Sekotong, Taman Narmada, Sesaot, Pantai Cemare, dan Pantai Duduk Batulayar, Senggigi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES