Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

 

Agar Sehat Saat Mudik, Ini Saran Kemenkes

Jumat 24 May 2019 10:25 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Friska Yolanda

kendaraan  Pemudik sedang beristirahat   di jalan lingkar tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Selasa (12/6).

kendaraan Pemudik sedang beristirahat di jalan lingkar tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Pemudik diimbau menjaga makanan dan tidak meremehkan penyakit kecil saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pemudik Idul Fitri 2019, baik pengemudi atau penumpang. Pemudik diimbau memeriksakan kesehatan dan tidak meremehkan penyakit kecil sebelum melakukan perjalanan.

"Pertama sebelum mudik, sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Apalagi, jika selama ini memiliki keluhan terhadap penyakit tertentu," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo saat konferensi pers persiapan mudik sehat, di Kemenkes Jakarta, Kamis (23/5).

Baca Juga

Ia meminta calon pemudik jangan abaikan hal ini, meski merasa sehat dan prima. Masyarakat diimbau menyiapkan obat-obatan pribadi yang kira-kira dibutuhkan selama perjalanan maupun di tempat tujuan.

Kemenkes juga meminta masyarakat menjaga makanan yang dimakan agar terhindar dari berbagai penyakit. Makanan pedas dan bersantan sebaiknya dihindari.

Pengemudi diimbau lebih memperbanyak makan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel. "Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga," katanya.

Istirahat yang cukup merupakan hal penting bagi pemudik. Kurang istirahat dapat memicu timbulnya berbagai penyakit. Kendaraan yang akan dipakai mudik juga harus diperiksa kondisinya agar layak dan tidak membahayakan penumpang dan mobil lainnya di jalur mudik.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah jalur mudik yang bisa dipadati puluhan ribu kendaraan. Semua kendaraan bergegas untuk cepat sampai ke tujuan.

"Kondisi ini tentu tidak saja memicu kelelahan fisik tapi juga mental," ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat menjaga emosi dan konsentrasi selama perjalanan agar dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Hal lain yang perlu diingat, ia menambahkan, tubuh calon pemudik bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja selama mungkin. Saat di perjalanan, jangan paksakan diri untuk terus berjalan dan memacu kendaraan, terutama jika merasa lelah dan mengantuk.

"Karena itu, pemudik khususnya pengemudi diimbau berisitirahat setelah mengemudi empat jam perjalanan," katanya.

Pasalnya, bila seseorang telah mengemudikan kendaraannya lebih dari 4 jam maka akan terjadi penurunan kesigapan tubuh dan respons tubuh. Ini berakibat rawan untuk terjadi kecelakaan. 

Ia menyebut masyarakat bisa mencari tempat istirahat atau rest area dan usahakan mengambil beberapa waktu untuk istirahat atau tidur minimal 15-30 menit. "Bila diperjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan yang terdekat," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES