Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

 

Ketua DPR Minta ASDP Tingkatkan Layanan untuk Pemudik

Kamis 23 May 2019 13:59 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Hasanul Rizqa

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Ketua DPR meminta PT ASDP dan Kemenhub untuk meningkatkan layanan bagi pemudik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mudik menjadi saat yang dinanti-nanti sebagian masyarakat perkotaan. Diperkirakan sebanyak 4,5 juta orang akan melalui lintas penyeberangan jalur laut.

Lebih lanjut, ada potensi terjadinya lonjakan penumpang dan penumpukan antrean kendaraan. Jumlah pemudik diprediksi meningkat 2,8 persen dari tahun lalu.

Baca Juga

Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPR mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk mengantisipasi.

"Dengan menambah trip perjalanan dan jumlah kapal, armada kapal berkapasitas besar," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5).

Dengan adanya armada kapal berkapasitas besar, dia berharap, lebih banyak penumpang yang dapat tertampung. Kemudian, dia juga berharap pihak terkait menyiapkan dermaga tambahan serta loket masuk pelabuhan.

Dengan begitu, akan ada pengaturan arus kendaraan untuk meminimalkan lonjakan penumpang ataupun penumpukan antrean kendaraan. "Mendorong syahbandar untuk memeriksa kelaikan kapal dan batasan jumlah penumpang," kata politikus Partai Golkar tersebut.

Bambang juga mendorong meminta PT ASDP untuk memperpendek waktu sandar dan memperbanyak kru lashing (pengikatan barang/cargo). Hal itu dilakukan untuk mempercepat waktu bongkar muat pada masing-masing armada kapal. Dengan begitu, harapannya antrean kendaraan yang ingin menyeberang dapat kian terurai.

"Mendorong Kemenhub untuk terus mempersiapkan sarana mudik serta melakukan pengecekan kelaikan pada moda transportasi laut yang harus sesuai dengan standar operasional (SOP), guna menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jasa angkutan laut," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES