Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

 

Mudik Gratis Sebabkan PO di Bekasi 'Menjerit'

Rabu 22 Mei 2019 19:34 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Mudik Lebaran - ilustrasi

Mudik Lebaran - ilustrasi

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Sejumlah perusahaan otobus (PO) menjerit karena merasa jumlah penumpang kian turun

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Banyaknya program mudik gratis yang diadakan instansi dan pemerintah berdampak kepada perusahaan otobus (PO) di Kota Bekasi, Jawa Barat. PO yang dijumpai Antara mengeluh karena merasa jumlah penumpang mengalami penurunan yang signifikan selama lima tahun terakhir.

Baca Juga

Ditemui di Terminal Induk Kota Bekasi, Rabu (22/5), pengurus PO Kurnia Jaya, Hasan (40) mengatakan, jumlah penumpang kian menurun setiap musim mudik.

Sebelum maraknya program mudik gratis, bus-bus miliknya bisa mengantar sekitar tiga ribu penumpang menuju tujuan Jawa Tengah dalam sehari selama mudik lebaran.

"Kalau mudik sekarang dan tahun lalu paling jumlah penumpang di bawah 200 orang per hari. Tembus angka 180 penumpang per hari saja sudah bagus," kata Hasan.

Akibat jumlah penumpang menurun, bus-bus di terminal banyak yang menganggur. Penurunan angka penumpang ini juga berimbas kepada bonus untuk para pengurus PO.

Hasan mengungkapkan, saat masih berjaya para pengurus PO setidaknya bisa mendapatkan bonus dari perusahaan sekitar Rp3 juta. Bonus itu diberikan sebagai apresiasi atas kerja mereka dalam melayani maupun menjual tiket secara manual kepada penumpang.

"Sekarang mah bonus nggak sampai Rp1,5 juta, itupun sudah kami syukuri daripada tidak dapat. Intinya satu, karena ada program mudik gratis itu," ujarnya.

Menurut dia, yang paling merasakan penurunan jumlah penumpang adalah PO yang melayani rute Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti halnya PO Kurnia Jaya di Terminal Induk Bekasi yang melayani wilayah Jawa Tengah. "Kalau daerah Parahyangan (Jawa Barat) tidak terlalu berdampak, karena program mudik justru melayani rute Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Untung Bustomi, pengurus dari PO Primajasa di Terminal Induk Bekasi.

Menurut dia, saat arus mudik biasanya jumlah penumpang yang mampu dilayani oleh busnya mencapai 3.000 orang dalam sehari. Namun setiap tahun menurun dan kini menjadi 2.400-2.500 orang dalam sehari.

"Penurunan sekitar 20 persen. Jumlah penurunan di PO kami tidak besar karena melayani Jawa Barat, sedangkan mudik gratis banyaknya rute Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelasnya.

Kepala Unit Pengendalian Operasional pada Terminal Induk Kota Bekasi, Acim Maulana membenarkan bahwa banyaknya program mudik gratis berimbas pada pendapatan para PO di Terminal Induk Kota Bekasi. Secara keseluruhan, penurunan jumlah penumpang mencapai lima persen sejak lima tahun terakhir.

"Tahun lalu jumlah penumpang yang dilayani ada 15.000 orang, dan itu untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES