Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

 

Menhub Nyatakan Jalan Tol Jadi Fokus Arus Mudik Tahun Ini

Selasa 07 May 2019 14:41 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Muhammad Hafil

Jalan tol (ilustrasi)

Jalan tol (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Masyarakat diperkirakan akan tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus mudik lebaran menjadi rutinitas tahunan yang menarik banyak perhatian. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya menghadirkan kelancaran mudik lebaran setiap tahunnya.

Baca Juga

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan tahun ini salah satu titik fokus pelaksanaan arus mudik di jalan tol. Dengan infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa yang telah terhubung dari Jakarta, maka pihaknya akan menyiapkan jalan tol menuju Jawa Tengah dengan optimal.

"Fokus kita satu adalah di daerah jalan tol dari Jakarta ke Cirebon ke Semarang itu. Pak dirjen sudah berdiskusi dengan Kakorlantas kita lihat kemungkinan di situ ada penumpukan," kata Budi di sela-sela kegiatannya mengecek kelaikan bus di Terminal Leuwipanjang, Selasa (7/5).

Ia menuturkan pihaknya sudah menyiapkan alternatif rekayasa jalan di tol. Di Tol Semarang, setelah berkoordinasi dengan kepolisian akan diberlakukan rekayasa untuk mengantisipasi kemacetan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rencananya, kata dia, akan diberlakukan satu arah di dalam tol selama arus mudik. Ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. "Kalau yang dari Jakarta menuju Semarang pakai jalan tol, satu arah. Yang dari Semarang menuju Jakarta pakai jalan non tol," ujarnya.

Selain antisipasi penumpukan kendaraan, tambahnya, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama. Pihaknya menekankan keamanan kendaraan untuk meminimalisir angka kecelakaan.

"Mengenai keamanan atau safety. Karena kalau tolnya bagus, jalannya kenceng lebih dari 100 kilo bahaya. Kita akan batasi kecepatan tadi," kata dia.

Ia memprediksi masyarakat tetap banyak yang akan menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik lebaran. Apalagi dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang sudah bagus dan optimal menuju kampung halaman.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan angkutan massal saat mudik. Hal ini untuk memgantisipasi kemacetan lalu lintas di perjalanan. Selain itu, ia juga menekankan agar pemudik tidak memggunakan sepeda motor saat mudik karena rawan kecelakaan.

"Naik motor itu tahun lalu kecelakaannya yang naik motor 20 persen. Karena capek kan. Tapi pemerintah juga konsisten menyediakan mudik gratis. Pakai kereta api, motornya gratis dia bayar kereta apinya saja. Naik bis, motornya pakai truk. Kalau naik kapal laut orangnya gratis motornya juga gratis," tuturnya.

Ihwal tiket pesawat yang dikeluhkan, ia mengatakan sedang mengevaluasintarif batas atas sesuai arahan Menko Perekonomian. Dalam satu pekan ini akan ditentukan kebijakan atas tiket pesawat yang dikeluhkan terlalu mahal.

"Dalam satu minggu ini akan kita evaluasi batas atas. Kalau batas atasnya bisa turun otomatis tidak ada lagi yg tinggi, itu akan turun. Otomatis yang lain lebih turun lagi," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA