Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

 

Dishub Prediksi Arus Balik Lewat Nagreg Hingga Ahad

Rabu 20 Jun 2018 22:27 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ratusan kendaraan melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/6). Pada H-1 Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut.

Ratusan kendaraan melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/6). Pada H-1 Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Dishub Kabupaten Bandung menyebut arus kendaraan di Nagreg lebih lancar Rabu (20/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus balik kendaraan yang melintas di Nagreg dari arah timur ke Bandung, Jakarta dan kota besar lain di barat diprediksi terus terjadi hingga Ahad (24/6). Hal itu diungkapkan Bidang Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo kepada wartawan di Bandung, Rabu.

"Kemungkinan memang sudah puncak arus balik, tapi tetap kami perkirakan pada Sabtu dan Minggu masih terjadi keramaian," ujarnya.

Ia menuturkan, jumlah arus kendaraan yang melewati Nagreg dari arah Garut menuju Bandung pada Rabu terjadi penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.

Menurut dia, arus kendaraan pada Selasa (19/6) terjadi kepadatan sejak di Cikaledong menuju Lingar Nagreg, sedangkan saat ini ramai lancar. "Hari ini jalannya lebih lancar, kepadatan kendaraan sudah bisa diurai," katanya.

Ia mengungkapkan, pada Selasa (19/6) jumlah kendaraan yang lewat Nagreg menuju barat mencapai 120.033 kendaraan roda dua maupun empat.

Menurut dia, jumlah kendaraan tersebut terjadi peningkatan dibandingkan dengan jumlah arus kendaraan tahun sebelumnya dengan perhitungan waktu yang sama. "Pada hari yang sama tahun lalu kendaraan yang melintas hanya 107 ribu," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA