Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

 

Volume Kendaraan di Solo Menurun, Kadishub: Ini Berbahaya

Selasa 26 Jun 2018 15:57 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah

Pengendara mobil melintasi jalan tol fungsional Salatiga-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/6).

Pengendara mobil melintasi jalan tol fungsional Salatiga-Solo di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/6).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Total kendaraan yang memanfaatkan tol Soker sekitar 1 juta kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --- Difungsikannya Tol Solo-Kertosono (Soker) berdampak pada menurunnya volume kendaraan yang masuk ke Kota Solo selama periode mudik Lebaran kemarin. Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Hari Prihatno mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Solo pada libur Lebaran tahun ini hanya sebanyak 6,7 juta kendaraan, atau mengalami penurunan dibandingkan saat libur Lebaran tahun lalu ketika jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Solo mencapai 7,8 juta.

Sementara itu, Hari mengatakan, total kendaraan yang memanfaatkan Tol Soker sekitar 1 juta kendaraan. Meski terjadi penurunan volume kendaraan yang membuat lalu lintas di Kota Solo tak begitu padat seperti tahun lalu, Hari menilai, hal tersebut justru mengkhawatirkan, terutama bagi sektor kepariwisataan di Kota Solo.

“Selain karena tol, juga karena masa libur panjang Lebaran. Tapi kondisi seperti ini juga berbahaya, terutama untuk pariwisata. Solo sepi itu berbahaya, kuliner bisa mati. Jadi, jangan khawatir kalau Solo macet. Ada dishub, ada kepolisian yang mengatur,” tutur Hari di sela-sela menghadiri pertemuan forum komunikasi pegiat pariwisata Surakarta di Sunan Hotel Solo pada Selasa (26/6).

Menurunnya volume kendaraan yang masuk ke Kota Solo juga tak lepas dengan digratiskannya akses masuk tol saat Lebaran. Hari menyarankan agar stakeholeder terkait dapat berkolaborasi untuk kembali mendongkrak pariwisata Solo dengan memanfaatkan keberadaan tol sebagai sarana untuk mengarahkan pengendara mampir ke Kota Solo.

“Ada bakdan neng Solo, tapi tak ada gaungnya, yang nonton malah kita. Pergerakan kendaraan ini peluang, kan bisa dipromosikan, misalnya, ingin nikmati kuliner Solo cuma sejam saja. Apalagi Sri Sultan sudah merestui Tol Solo Jogja Semarang,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB