Kamis, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

Kamis, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

 

Merasakan Sensasi Pulang Kampung saat Arus Balik

Ahad 24 Juni 2018 00:27 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Keramaian penumpang arus balik di Bandara Minangkabau masih terasa pada Sabtu (23/7) atau H+8 Lebaran. Angkasa Pura II mencatat, nyaris 50 ribu orang sudah meninggalkan Sumatra Barat melalui udara selama arus balik, H+1 hingga H+7 kemarin.

Keramaian penumpang arus balik di Bandara Minangkabau masih terasa pada Sabtu (23/7) atau H+8 Lebaran. Angkasa Pura II mencatat, nyaris 50 ribu orang sudah meninggalkan Sumatra Barat melalui udara selama arus balik, H+1 hingga H+7 kemarin.

Foto: Dok AP II BIM
Memilih pulang kampung saat orang lain kembali bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika kebanyakan orang mulai kembali ke daerah perantauan, Republika.co.id berkesempatan mencicip sensasi mudik yang sedikit berbeda. Republika.co.id mudik justru saaat kebanyakan orang mulai kembali ke perantauan atau ketika arus balik terjadi.

Mudik saat arus balik deras mengalir barangkali ada plus minusnya. Plusnya, pemudik bisa merasakan sensasi keramaian di bandara yang penuh manusia untuk kembali ke ibu kota. Bila perjalanan dimulai dari daerah lain, saya dari Kota Padang misalnya, maka sensasi mudik benar-benar terasa karena ribuan orang sama-sama berangkat dari bandara yang sama. Bedanya, bila orang lain menuju ibu kota, saya menuju kota lain di Jawa.

Nilai plus lainnya,  sesampai di kota tujuan, kondisi lebih lengang karena sebagian pemudik di daerah sudah kembali ke perantauan. Sesampai di Yogyakarta, jalanan terlihat masih ramai namun lebih 'manusiawi'. Meski begitu, pulang kampung dengan cara melawan arus seperti ini tentu punya banyak nilai minus, terutama kesempatan berkumpul bersama keluarga besar di Hari Lebaran.

Republika.co.id tidak sendiri. Rizki (23 tahun), pekerja swasta asal Bogor yang bekerja di Padang juga memilih pulang kampung saat orang lain kembali bekerja. Ia harus masuk kerja di hari Lebaran karena pengelola toko yang ia jaga memutuskan tetap melayani pengunjung saat Lebaran.

"Yang penting bisa tetap pulang ke rumah. Meski telat, namun kesempatan untuk bertemu keluarga tetap saya dapat," kata Rizki.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES