Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

 

Kapolda Jabar Minta Maaf Terkait Kebijakan One Way

Rabu 20 Jun 2018 21:56 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat meninjau arus balik di Pos Terpadu Cikopo, Purwakarta, Rabu (20/6).

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat meninjau arus balik di Pos Terpadu Cikopo, Purwakarta, Rabu (20/6).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
one way tahun ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah melampaui 294 kilometer.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak kebijakan rekayasa one way di sejumlah ruas tol. Mengingat, kebijakan one way ini sangat penting saat arus balik ini. Bahkan, one way tahun ini merupakan yang terpanjang sejarah.

"Kami meminta maaf kepada masyarakat, akibat kebijakan one way ini jalur arteri jadi padat," ujar Agung, saat menyambangi Pos Terpadu Cikopo, Purwakarta, Rabu (20/6).

Menurut Agung, one way yang diberlakukan sejak beberapa hari ini merupakan yang terpanjang. Sebab, melintasi sejauh 294 kilometer. Mulai dari tol yang ada di Jateng, sampai Tol Cipali, Tol Jakarta-Cikampek, dan tol dalam kota di Jakarta.

Kebijakan ini, terpaksa dilakukan tujuannya untuk mengurai kepadatan di dalam tol. Sebab, masyarakat yang hendak balik dari kampung halaman menuju Jakarta, bahkan Sumatra ataupun pulau lainnya, mayoritas mengakses jalan bebas hambatan ini.

Dampaknya, kepadatan terjadi di sejumlah titik. Seperti, di sekitaran jembatan Kali Kuto, Jateng, lalu ke Cipali dan Tol Jakarta-Cikampek. Kepadatan di Cipali dan Tol Jakarta-Cikampek penyumbangnya yaitu rest area.

Untuk itu, solusinya diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan metode one way. Jadi, kendaraan dari timur menuju Jakarta maupun Merak yang hendak menyebrang ke Bakauheni, menjadi prioritas.

Sedangkan, kendaraan dari barat (Jakarta) terpaksa dialihkan ke ruas arteri. Makanya, arteri mengalami kepadatan di beberapa titik. Seperti, Bekasi, Karawang, sampai Indramayu dan Cirebon. "Saya meminta maaf dengan kondisi ini," ujarnya.

Meski demikian, Agung mengatakan, ada efek positifnya juga dengan padatnya ruas arteri pantura. Yaitu, adanya peningkatan roda ekonomi masyarakat sekitar. Dengan padatnya kendaraan di arteri, pengusaha restoran, pusat oleh-oleh dan warung dadakan kebagian berkahnya.

Terkait dengan arus balik, Agung memrediksi, kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta atau pulau lainnya sampai saat ini mencapai 70 persennya. Sisanya, 30 persen lagi diperkirakan akan kembali ke Jakarta pada Sabtu ataupun Ahad pekan ini.

"Masih ada empat hari lagi, kami berharap masyarakat bisa pulang ke Jakarta dengan menyicil dari sekarang. Tidak semuanya pulang pada Sabtu atau Ahad," jelasnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES