Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

 

Puncak Arus Balik di Bakauheni Diperkirakan H+3

Ahad 17 Jun 2018 16:35 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Penumpang kapal dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tiba di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (17/6).

Penumpang kapal dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tiba di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (17/6).

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Penumpang dengan kendaraan roda dua masih mendominasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MERAK -- General Manager PT ASDP Bakauheni Lampung Anton Murdiyanto memprediksi, puncak arus balik mudik lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, terjadi pada H+3 lebaran. Saat ini, jumlah pemudik yang hendak menyeberang kembali ke Pulau Jawa sudah mulai meningkat.

"Kita perkirakan H+3. Meningkat terus dari sekarang. Kalau dilihat dari Merak itu yang ke Bakauheni total penumpang itu kan satu jutaan, sekarang baru 46.000 (yang kembali ke Merak)," tutur Anton melalui sambungan telepon kepada Republika.co.id, Ahad (17/6).

Ia menjelaskan, saat ini, peningkatan jumlah pemudik yang kembali ke Merak masih didominasi oleh penumpang dan kendaraan roda dua. Menurut Anton, di Bakauheni, ramai arus balik untuk penumpang dan kendaraan roda dua itu biasanya mulai pagi hingga sore.

"Kalau malam itu biasanya roda empat. Itu kebiasaan tahun-tahun yang lalu begitu. Iya beda (dengan di Merak). Kalau Merak malam semua. Kalau kita 24 jam di sini," tambahnya.

Terdistribusinya pemudik yang hendak kembali ke kediaman masing-masing sejak pagi hingga malam itu membuatnya berharap tidak terjadi kepadatan di sekitar Bakauheni. Selain itu, kata dia, luas pelabuhan yang mencapai 35 hektar juga dirasa mampu menampung banyak kendaraan yang akan datang nantinya.

"Setiap dermaga itu, untuk kendaraan campuran itu (muat) 600 kendaraan. Tapi kalau khusus sepeda motor saja bisa 1.500 sampe 2.000 setiap dermaga," jelas dia.

Anton juga menuturkan, pemberangkatan kapal di Pelabuhan Bakauheni dilakukan setiap 15 menit sekali. Kendaraan yang mengantre di satu dermaga nantinya akan dapat diarahkan ke dermaga yang kapalnya hendak berangkat agar antrean dapat cepat terurai.

"Sekitar 50 persennya (kapal besar). Untuk kapal ukuran sedang itu sepeda motor bisa 1.500, kalau lebih besar lagi bisa lebih banyak lagi muatnya," kata Anton.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES