Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

 

H-1 Lebaran, Arus Lalu Lintas Tol Cipali Alami Penurunan

Kamis 14 June 2018 17:34 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andri Saubani

Pengendara memperlambat laju kendaraannya saat melintasi ruas jalan Tol Cipali-Palimanan (Cipali), di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (13/6).

Pengendara memperlambat laju kendaraannya saat melintasi ruas jalan Tol Cipali-Palimanan (Cipali), di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (13/6).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Terjadi penurunan jumlah kendaraan melintas di Tol Cipali sebesar 15,10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sehari jelang Lebaran, Kamis (14/6), kendaraan yang melintas di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Gerbang Tol (GT) Palimanan mencapai 25.043 unit kendaraan. Angka ini menurun sebanyak 15,10 persen dibanding dengan Rabu (13/6) yang menyentuh angka 29.856 kendaraan.

Data dari PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai pengelola ruas tol Cipali memperlihatkan, rata-rata lalu lintas keluar GT Palimanan atau menuju ke Jawa Tengah mencapai 620 kendaraan per jam. General Manager PT LMS, Suyitno mengatakan, volume kendaraan satu hari menjelang lebaran sudah mulai menunjukan tren penurunan tingkat kepadatan.

"Total gardu yang dibuka, pintu keluar sebanyak 15 dan arah masuk tujuh gardu," tuturnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu sore.

Baca: H-1 Sejumlah Titik di Jawa Tengah Masih Padat.

Meski arus lalu lintas lebih sepi dibandingkan kemarin, Suyitno mengimbau kepada pengendara untuk beristirahat di rest area apabila merasa lelah. Opsi lain, keluar tol dan carilah restoran atau mushola untuk istirahat, isi BBM atau pun top up di minimarket, lalu kembali masuk ke tol Cipali.

"Tarif Cipali dihitung Rp 877 per kilometernya sehingga kalau ditotal biayanya sama dengan jika tidak keluar tol," ujar Suyitno.

Pada saat arus balik nantinya, Suyitno mengimbau kepada pengguna jalan tol Cipali agar melakukan manajemen waktu. Yakni, tidak melakukan perjalanan balik dalam waktu bersamaan, terutama pada tanggal Selasa (19/6) dan dan Rabu (20/6), sesuai dari prediksi puncak arus balik dari pemerintah.

Suyitno menganjurkan para pemudik untuk memilih hari lainnya seperti Ahad dan Senin. "Hal ini untuk menghindari kemacetan," ucapnya.

Baca: Kasus Kecelakaan Selama Mudik Diklaim Menurun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB