Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

 

Sistem One Way Diberlakukan di Ruas Tol Cipali

Rabu 13 Juni 2018 20:26 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andi Nur Aminah

Pemberlakuan sistem one way di ruas tol Cipali, Rabu (13/6) sore.

Pemberlakuan sistem one way di ruas tol Cipali, Rabu (13/6) sore.

Foto: Republika/Adinda Pryanka
Sekitar pukul 16.45 WIB, arus lalu lintas dari Cirebon ke Jakarta mulai dihentikan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memberlakukan sistem one way atau satu arah sejak Rabu (13/6) sore. Sekitar pukul 16.45 WIB, arus lalu lintas dari Cirebon menuju Jakarta sudah mulai dihentikan. Kendaraan yang masih berada di rest area segera dikeluarkan untuk mengosongkan jalur.

Mulai pukul 17.15 WIB, satu jalur pun mengarah ke Cirebon mulai berlaku. Sejumlah petugas tampak bersiaga di separator sementara yang dapat digeser. Di sekitar kilometer 117, kendaraan dari Jakarta dan sekitarnya mulai bisa belok kanan dan melaju di jalur seberang. Kondisi ini diberlakukan sampai Gerbang Tol (GT) Palimanan.

Meski sudah satu jalur, arus lalu lintas di Tol Cipali tetap mengalami hambatan di sejumlah titik. Termasuk di antaranya di rest area km 102, di mana terdapat antrean masuk hingga satu kilometer. Namun, setelah ada separator antara kendaraan ingin masuk ke rest area dan dengan yang hendak melaju ke Cirebon, arus lalu lintas terpantau mulai lancar.

Kepadatan lalu lintas kembali terjadi di sekitar km 144 dan sekitarnya. Pemudik tampak memberhentikan kendaraan di bahu sisi kiri dan kanan jalan, membuat arus kendaraan terhambat. Tidak sedikit di antara mereka yang menggelar tikar dan membuka bekal untuk membatalkan puasa.

Hingga GT Palimanan, sistem satu arah di ruas Tol Cipali terbilang efektif. Selain karena pemudik yang berbuka puasa di bahu jalan, tidak ada titik kemacetan berarti. Hanya ada sedikit hambatan yang disebabkan beberapa mobil ingin menyeberang dari jalur A ke jalur B maupun sebaliknya.

Kepadatan kembali ditemukan jelang GT Palimanan, terutama di dekat exit Palimanan. Berhentinya sejumlah pemudik di bahu jalan membuat pengendara yang tengah melintas harus menurunkan kecepatan. Selain itu, tidak sedikit kendaraan yang sudah telanjur berada di gardu kanan ingin keluar ke exit Palimanan sehingga harus berbelok ke kiri.

Salah satu pemudik dari Jakarta Selatan, Anastasya (36 tahun), mengapresiasi efektivitas sistem satu jalur yang diberlakukan petugas kepolisian dan pengelola. "Coba kalau dari tadi siang, mungkin bisa lebih lancar," ucapnya saat ditemui Republika.co.id di dekat pintu keluar Palimanan, Rabu malam.

Anastasya sempat terjebak macet di Gerbang Tol Cikarang Utama selama hampir dua jam. Ia berangkat dari rumahnya di wilayah Jagakarsa pada pukul 23.00 malam dan stuck di GT Cikarang Utama sekitar 02.00 WIB. Ia baru bisa melintas dengan lengang sekitar lima jam kemudian.

Hambatan perjalanan Anastasya tidak terhenti di situ. Memasuki wilayah Cirebon, ibu dari dua anak itu juga sempat terhenti. Dua rest area yang ingin dihampirinya pun menolak Anastasya dan rombongan karena situasi yang padat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES