Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

 

Jumlah Kendaraan Masuk Sumbar Naik 3 Kali Lipat

Rabu 13 June 2018 18:22 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pemudik (ilustrasi)

Pemudik (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Pintu utama lintas Sumatra via Dharmasraya dilalui sekitar 1.860 kendaraan per jam.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Sumatra Barat hingga Rabu (13/6) atau H-2 Lebaran 1439 H mengalami kenaikan hingga 220 persen. Catatan Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar), jumlah kendaraan masuk dari pintu masuk utama lintas Sumatra via Dharmasraya rata-rata 1.860 kendaraan per jam. Angka ini 3 kali lipat lebih banyak dibanding rata-rata kendaraan yang masuk Sumbar pada H-8 Lebaran sebanyak 580 kendaraan per jam.

"Sampai saat ini, belum terjadi kemacetan parah atau total dengan antrian kendaraan yang sangat panjang berkilo-kilo meter di jalur utama," jelas Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata, Rabu (13/6).

Singgamata juga menambahkan bahwa jalur lintas Kota Padang-Bukittinggi juga terpantau ramai lancar tanpa ada kemacetan yang berarti. Bahkan waktu tempuh Padang-Bukittinggi pada H-2 ini masih di rentang 2,5 jam - 3,3 jam.

"Anggota masih tetap berlakukan cara bertindak taktis terbaru yang kita terapkan untuk antisipasi lonjakan pengguna jalan," jelas Singgamata.

Sementara untuk angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 20 persen selama periode mudik Lebaran ini. Ia mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap menaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (IP) juga melakukan pemantauan di sejumlah posko mudik Lebaran, seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan kawasan wisata Pantai Padang. Dari pantauan tersebut, IP memastikan bahwa arus mudik menuju Sumatra Barat hingga H-2 Lebaran ini berlangsung aman dan lancar.

"Gangguan-gangguan yang diperkirakan juga tidak ada, kemacetan diurai dan kami kunjungi lapangan untuk dukung aparat di lapangan," jelas IP.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES