Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

 

Kapolda Terima Laporan Kenaikan tak Wajar Harga Tiket Kapal

Rabu 13 Jun 2018 16:42 WIB

Red: Muhammad Hafil

Suasana di Pelabuhan Gilimanuk saat mudik

Suasana di Pelabuhan Gilimanuk saat mudik

Foto: Portal Tiga
Kapolda memuji jajaran Polres yang menangkap dua orang calo.

REPUBLIKA.CO.ID,  PANGKALAN BUN -- Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Polisi Anang Revandoko menerima keluhan dari sejumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Di mana, mereka melaporkan bahwa harga tiket melonjak dua kali lipat.

"Harga tiket kapal seharusnya Rp 250 ribu namun karena banyak calo beroperasi di pelabuhan ini harganya menjadi Rp 500 ribu," kata Anang usai inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, di markas Polres Kobar, Rabu (13/6).

"Saya minta kepada Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng, Kapolres Kobar agar segera mengungkap kasus naik dua kali lipatnya harga tiket ini. Kalau tidak, jabatan-jabatan fungsional, mulai kasat serse hingga kapolres, akan saya 'evaluasi'," tegas Anang.

Meski memberikan ancaman, Kapolda Kalteng tetap memuji langkah jajaran Polres Kobar. Sebab, Polres Kobar telah berhasil menangkap dua calo tiket yang beroperasi di pelabuhan Panglima Utar Kumai.

Kapolda menyebut dua orang berinisial T dan B alias I yang berdomisili di Kecamatan Kumai ini merupakan salah satu kelompok pembuat naiknya harga tiket kapal. Dari tangan keduanya berhasil disita barang bukti puluhan lembar foto copy KTP, lima lembar kuitansi, satu buah cap stempel, dan uang tunai sebanyak Rp 40 juta.

"Modusnya adalah T sebagai pengumpul KTP kemudian beli tiket ke PT DLU dengan data foto copy KTP tersebut dengan harga Rp 250 ribu kemudian dilempar ke B alias I untuk dijual ke calon penumpang dengan harga hingga Rp 500 ribu," beber Anang.

Penangkapan kedua orang ini berdasarkan informasi para penumpang kapal yang ditemui di Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Kedua orang ini pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan untuk sementara dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan akan dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Sidak yang dilakukan Kapolda Kalteng ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai turut didampingi Danrem 102 Panju Panjung, Kolonel Inf Harnoto, Wakapolda Kalteng, Kombes Pol Dedi Prasetyo dan Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prastyoko, Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Arie Sandi Zulkarnaen, dan Dandim 1014/PBN, Letkol Inf Roni Sulaeman.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES