Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

 

Arus Mudik, Permintaan Pertamax Naik 20 Persen

Ahad 10 Jun 2018 17:15 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Hazliansyah

Satgas BBM PT Pertamina (Persero) sedang menunjukan BBM dalam kemasan.

Satgas BBM PT Pertamina (Persero) sedang menunjukan BBM dalam kemasan.

Foto: dok. Istimewa
Kenaikan permintaan BBM ini terjadi di seluruh ruas jalur mudik

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menyebutkan ada peningkatan permintaan bahan bakar minyak (BBM) sejak H-7 lebaran. Permintaan paling tinggi yaitu Pertamax. Kenaikannya mencapai 20 persen dari hari normal. Kenaikan permintaan BBM ini terjadi di seluruh ruas jalur mudik.

Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR III, Dian Hapsari Firasati, mengatakan, sejak dua hari yang lalu permintaan BBM mengalami peningkatan. Terutama saat gelombang kendaraan mulai terlihat. Dari sejumlah produk BBM, yang permintaannya mendominasi yaitu Pertamax.

"Hingga saat ini, permintaan Pertamax terus meningkat," ujar Dian, melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/6).

Peningkatan permintaan BBM ini tak hanya terjadi di SPBU. Melainkan juga di fasilitas kios BBM kemasan.

Tak hanya itu, jalur yang dilintasi kendaraan roda dua juga mengalami peningkatan permintaan BBM. Dian mengatakan, berdasarkan data Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, sampai Sabtu siang kemarin, Pertamax yang terserap secara nasional sudah mencapai 22,1 juta liter. Sedangkan, dalam kondisi normal, penyaluran rata-rata Pertamax hanya 17,8 juta liter.

Adapun produk unggulan lainnya, yakni untuk kendaraan diesel yakni Pertamax Dex naik sekitar enam persen, atau setara 773 ribu liter. Padahal permintaan pada hari normalnya hanya 729 ribu liter per hari.

Dengan adanya peningkatan permintaan ini, lanjut Dian, Pertamina berupaya menjaga kestabilan penyaluran BBM. Salah satunya dengan meningkatkan monitoring dan pengawasan di semua jalur mudik.

"Apabila pemudik membutuhkan informasi seputar BBM, bisa menghubungi Pertamina contact center di nomor 1500 000," ujar Dian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES