Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Kasus Gagal Jantung Terus Meningkat, Ini Cara Mengatasinya

Selasa 07 Jun 2022 13:23 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ilustrasi Serangan Jantung

Ilustrasi Serangan Jantung

Foto: Foto : MgRol112
Sekitar 64,3 juta orang di dunia mengidap gagal jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada sekitar 64,3 juta orang di dunia yang mengidap gagal jantung saat ini. Air putih ternyata dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis ini.

Penyakit gagal jantung pada dasarnya merupakan sebuah kondisi di mana jantung kesulitan untuk memompa darah sesuai kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat memunculkan gejala seperti sesak napas saat beraktivitas, lelah atau lemas, bengkak pada kaki, detak jantung tak beraturan atau cepat, hingga bengkak di area perut.

Baca Juga

Menurut sebuah studi dalam European Heart Journal, menjaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup bisa membantu menurunkan risiko gagal jantung. Risiko tersebut bisa diturunkan karena minum air putih dapat membantu menjaga kadar serum sodium yang sehat di aliran darah. Kadar serum sodium yang sehat adalah berkisar di antara 135-145 mmol/L.

"Risiko gagal jantung meningkat hingga 39 persen bila serum sodium pada kelompok usia paruh baya melebihi 143 mmol/L," jelas tim peneliti.

Studi ini melibatkan partisipan dengan kadar hidrasi yang normal dan tidak mengidap diabetes, obesitas, atau gagal jantung ketika studi dimulai. Selama studi berlangsung, sebanyak 11,56 persen dari 11.814 partisipan mengalami gagal jantung.

Melalui studi ini, tim peneliti menemukan bahwa kelompok paruh baya dengan kadar serum sodium sebesar 143 mmol/L ke atas memiliki peningkatan risiko gagal jantung sebesar 39 persen. Untuk setiap peningkatan 1 mmol/L pada kelompok dengan kadar serum sodium normal, ada peningkatan risiko gagal jantung sebesar 5 persen.

Peningkatan risiko ini tampak lebih besar pada kelompok lansia berusia 70-90 tahun. Lansia dengan kadar serum sodium 142,5-142 mmol/L ketika berusia paruh baya memiliki risiko 62 persen lebih tinggi untuk mengalami hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi ventrikel kiri merupakan sebuah kondisi di mana bilik kiri jantung menebal sehingga pompa jantung menurun dan risiko gagal jantung meningkat.

Bila kadar serum sodiumnya berkisar di angka 143 mmol/L atau lebih, peningkatan risiko hipertrofi ventrikel kiri melonjak jadi 102 persen. Peningkatan risiko hipertrofi ventrikel kiri ini juga disertai dengan peningkatan risiko gagal jantung sebesar 54 persen.

"Berdasarkan beragam data ini, peneliti menyimpulkan bahwa kadar serum sodium di atas 142 mmol/L pada individu paruh baya berkaitan dengan peningkatan risiko hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung di kemudian hari," jelas tim peneliti, seperti dilansir Fox News, Selasa (7/6/2022).

Seperti diketahui, ketika cairan tubuh berkurang, kadar serum sodium di dalam aliran darah jadi meningkat. Panduan asupan cairan untuk menjaga hidrasi tubuh setiap orang sebenarnya berbeda-beda, tergantung kondisi masing-masing. Namun secara umum, perempuan dianjurkan minum air putih sekitar 1,5-2,1 liter per hari dan laki-laki 2-3 liter per hari.

Pada orang yang sehat, keinginan untuk minum air akan muncul ketika mereka mengalami kekurangan cairan. Namun, dorongan untuk minum air pada lansia cenderung menurun sehingga mereka lebih rentan mengalami dehidrasi.

"Itu bisa menjadi masalah bila lansia menggunakan obat-obatan yang dapat menyebabkan pengeluaran cairan, seperti (obat) diuretic," ujar associate professor ilmu kedokteran dari Harvard Medical School Dr Julian Seifter.

Kadar serum sodium juga bisa dicek dengan mudah melalui tes darah yang dikenal sebagai basic metabolic panel. Tes darah ini akan meliputi pengecekan elektrolit-elektrolit yang umum, termasuk kalium, sodium, klorida, dan glukosa.

"Minum air putih yang cukup dan tetap terhidrasi merupakan cara untuk mendukung jantung kita dan mungkin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang," jelas ketua tim peneliti dari National Heart, Lung, and Blood Institute Dr Natalia Dmitrieva.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA