Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Pesan Wapres di Masjid Baturrahman Aceh: Bertakwa dan Mohon Ampunan

Jumat 15 Apr 2022 20:30 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) menyampaikan tausiah seusai melaksanakan ibadah shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/4/2022). Dalam kunjungan kerja Wakil Presiden ke Aceh kali ini selain untuk membuka Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) RRI Tingkat Nasional ke-52 di Takengon, Wapres juga memberikan tausiah dan sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat Aceh.

Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) menyampaikan tausiah seusai melaksanakan ibadah shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/4/2022). Dalam kunjungan kerja Wakil Presiden ke Aceh kali ini selain untuk membuka Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) RRI Tingkat Nasional ke-52 di Takengon, Wapres juga memberikan tausiah dan sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat Aceh.

Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Wapres mengajak umat Islam senantiasa menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin melaksanakan sholat tarawih dan memberikan ceramah di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh, Rabu (13/4/2022) malam.

Dalam ceramahnya Wapres mengajak umat Muslim menjadikan momentum bulan Ramadhan untuk bertakwa sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT.

Baca Juga

"Bulan Ramadhan yang mubarak ini, mari kita jadikan momentum untuk menjadikan kita orang yang bertakwa kepada Allah," kata Wapres sebagaimana rekaman ceramah yang diterima di Jakarta, Rabu malam.

Wapres mengatakan umat Islam tidak cukup menjadi seorang Muslim dan mukmin namun harus menjadi orang yang 'muttaqin' atau bertakwa kepada Allah SWT. 

Wapres mengingatkan tingkat kemuliaan seseorang di sisi Allah adalah bukan karena keturunan, suku, bangsa, harta, jabatan atau kedudukannya melainkan karena ketakwaannya.

"Karena di sisi Allah SWT, yang memiliki kehormatan itu hanya orang 'muttaqin'. Melalui amalan-amalan ibadah puasa. Puasa juga, Allah mengatakan ujungnya adalah supaya menjadi orang bertakwa," jelas Wapres 

Adapun gelar muttaqin, Wapres, hanya dapat dicapai dengan mematuhi segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

"(Misalnya) melalui amalan-amalan ibadah puasa, tarawih, salat malam (qiyamul lail), itikaf, tadarus Alquran, serta dengan banyak memberikan sedekah, dan lain-lain," ujarnya.

Selain meningkatkan ketakwaan di bulan Ramadan, Wapres juga mengajak untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allah SWT. 

Menurut Wapres, setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat dan memohon ampunan.

"Kita manusia, kecuali para nabi atau utusan, tidak ada yang maksum, tidak ada yang terpelihara dari salah. Semua manusia itu pernah salah, tapi sebaik-baik orang yang bersalah itu adalah orang yang bertaubat, baik kesalahan kecil atau besar," terangnya.

Wapres pun menjelaskan kesalahan manusia dibagi menjadi dua jenis yakni kesalahan lahir dan kesalahan batin. 

Namun menurutnya kesalahan batin adalah yang paling susah dihindari dan sering dilalaikan karena yang bisa menyadari hanya diri sendiri.

"Kesalahan batin itu adalah perasaan-perasaan yang tidak baik, seperti takabur, ujub, riya, hasud, dan berbagai perasaan buruk lainnya," ujarnya.

Kesalahan lahir maupun batin, kata Wapres, sekalipun dilakukan dengan tidak disengaja dan kelupaan tetap bisa menyebabkan dosa.

"Bukankah tidak sengaja itu tidak dianggap berdosa? Memang ada hadist yang menyebutkan tidak berdosa apabila berbuat salah karena tidak sengaja dan kelupaan. Tapi kata ulama yang tidak jadi dosa itu kalau ketidaksengajaan atau lupanya itu karena tidak ada kelalaian, tidak menganggap remeh," ujarnya.

Misalnya, sebut Wapres, orang yang tidur sebelum sholat Isya hingga dia terlewat dan akhirnya tidak melaksanakan sholat Isya, meskipun tidak sengaja tetap berdosa. Sebab, orang tersebut dianggap lalai dan meremehkan sholat di awal waktu.

Wapres mengajak umat Islam menjalankan perintah Allah SWT untuk memakmurkan bumi. Wapres menyampaikan Allah telah berfirman dalam Alquran, "Dia lah yang menjadikan kamu dari bumi dan meminta kamu untuk memakmurkan bumi."

Menurut Wapres, memakmurkan bumi memiliki arti membangun bumi agar makmur, termasuk dari sisi ekonomi, baik itu sektor pertanian, perindustrian, perdagangan, pertambangan, dan lainnya.

"Kunci bisa memakmurkan bumi itu adalah dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, umat Islam harus membangun diri, memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi supaya kita mampu memakmurkan bumi dengan cara meningkatkan sumber daya manusia unggul agar bisa membangun negara ini dengan memakmurkan bumi," jelasnya.

Menutup tausiahnya, Wapres berdoa agar masyarakat Indonesia terus mendapatkan pertolongan Allah SWT dan bangsa Indonesia senantiasa dijaga dari segala perpecahan, penyakit atau wabah, serta berbagai kesulitan sehingga menjadi bangsa yang kuat. 

Wapres sholat berdampingan dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, ulama Aceh, tokoh masyarakat serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Bagian dalam masjid tampak dipadati ribuan jamaah, meskipun tidak penuh. Seperti diketahui bagian dalam masjid kebanggaan rakyat Aceh itu berkapasitas sekitar 9 ribu orang.

Sementara di bagian pekarangan masjid juga terlihat beberapa jamaah yang shalat, di bawah payung besar serupa payung yang ada di Masjid Nabawi. Secara total kapasitas Masjid Raya Baiturrahman luar dan dalam masjid sekitar 24.000 orang.

Wapres RI kunjungan kerja ke Aceh untuk membuka Pekan Tilawatil Quran (PTQ) Tingkat Nasional ke 52 Radio Republik Indonesia (RRI) di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu (13/4/2022).

Selain membuka Pekan Tilawatil Qur'an, Wapres juga menyerahkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan (BT-PKLWN), serta bantuan sosial lainnya kepada masyarakat di halaman Kantor Bupati Aceh Tengah.

Selanjutnya, pada Kamis (14/4/2022), Wapres mengunjungi Loka Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussa'adah di Kabupaten Aceh Besar. Baru kemudian direncanakan kembali ke Jakarta.    

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA