Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

China Gelar Latihan Militer Saat Kongres AS Berkunjung ke Taiwan

Jumat 15 Apr 2022 19:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan, Rep. Ronny Jackson, R-Texas, kiri, dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, kanan, berpose saat pertemuan di Kantor Kepresidenan di Taipei, Taiwan, Jumat, April 15 Oktober 2022. Anggota parlemen AS yang mengunjungi Taiwan telah membuat pernyataan yang jelas dan terbuka tentang dukungan mereka untuk demokrasi pulau yang berpemerintahan sendiri itu sambil juga mengeluarkan peringatan kepada China.

Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan, Rep. Ronny Jackson, R-Texas, kiri, dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, kanan, berpose saat pertemuan di Kantor Kepresidenan di Taipei, Taiwan, Jumat, April 15 Oktober 2022. Anggota parlemen AS yang mengunjungi Taiwan telah membuat pernyataan yang jelas dan terbuka tentang dukungan mereka untuk demokrasi pulau yang berpemerintahan sendiri itu sambil juga mengeluarkan peringatan kepada China.

Foto: Taiwan Presidential Office via AP
Kongres AS meningkatkan ketegangan dengan kunjungan "provokatif" mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China menggelar latihan militer saat anggota parlemen Amerika Serikat (AS) sedang berkunjung ke Taiwan sebagai bentuk dukungan pada pulau yang dikelola dengan demokratis tersebut. Beijing mengatakan para anggota Kongres AS meningkatkan ketegangan dengan kunjungan "provokatif" mereka.

Tentara Pembebas Rakyat (PLA) mengatakan militer China mengirimkan kapal frigat, pesawat bomber dan tempur ke Laut China Selatan (LCS) dan sekitar Taiwan. Sementara anggota parlemen menggelar konferensi pers di Taipei.

Baca Juga

"Operasi ini untuk merespon pada sinyal salah yang baru-baru ini dikirim oleh Amerika Serikat dalam isu Taiwan," kata PLA tanpa menyinggung kunjungan Kongres AS dalam pernyataannya, Jumat (15/4/2022).

"Tindakan dan trik buruk AS sepenuhnya sia-sia dan sangat berbahaya, mereka yang bermain api akan terbakar," tambah PLA.

Dalam pernyataan terpisah Kementerian Pertahanan China mengatakan kunjungan AS merupakan "provokasi yang disengaja". "Mengarah pada meningkatnya eskalasi di Selat Taiwan," kata kementerian.

Taiwan kerap menjadi sumber perselisihan Washington dan Beijing. Senator AS Lindsey Graham bertemu dengan Presiden Taiwan Ing-wen. Ia mengatakan perang di Ukraina dan perilaku provokasi China telah mempersatukan opini di AS dalam cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Mengabaikan Taiwan akan mengabaikan demokrasi dan kebebasan, kecaman terhadap premanisme, pada orang jahat, semakin tumbuh di dunia," katanya.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Bob Menendez mengatakan pusat teknologi Taiwan merupakan "negara yang signifikan di dunia" dan keamanannya berdampak pada dunia. Enam anggota parlemen dari kedua partai menggelar kunjungan dua hari ke Taiwan.

Kunjungan semacam ini dan menyebut Taiwan sebagai "negara" selalu membuat berang Beijing. China mengklaim pulau itu bagian dari wilayahnya. AS tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan tapi merupakan pendukung dan pemasok senjata terbesar mereka.

Menendez mengakui pemerintah China "sangat tidak senang" dengan kunjungan ini. Tapi ia menegaskan hal itu tidak mengurangi dukungan pada Taiwan.

"Taiwan memproduksi 90 persen produk-produk semikonduktor teknologi canggih dunia, negara yang signifikan di dunia, konsekuensi dan berdampak, dan maka itu harus dipahami keamanan Taiwan akan berdampak global," katanya. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA