Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

BEI: IPO GoTo Dorong Perusahaan Teknologi Masuk Pasar Modal

Selasa 12 Apr 2022 15:50 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Setelah sukses menyelenggarakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kini resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (IPO). Langkah GoTo ini dinilai dapat meningkatkan minat perusahaan teknologi untuk masuk ke pasar modal.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah sukses menyelenggarakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kini resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (IPO). Langkah GoTo ini dinilai dapat meningkatkan minat perusahaan teknologi untuk masuk ke pasar modal.

Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
BEI dorong perusahaan teknologi memanfaatkan pasar modal sebagai tempat bertumbuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sukses menyelenggarakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kini resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (IPO). Langkah GoTo ini dinilai dapat meningkatkan minat perusahaan teknologi untuk masuk ke pasar modal. 

"Kami optimistis pencapaian GoTo IPO ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong semakin banyaknya perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti langkah ini," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonsia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya dikutip Selasa (12/4). 

Baca Juga

Menurut Nyoman, Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai potensi yang sangat besar melahirkan lebih banyak unicorn. Saat ini terdapat puluhan Centaur yang siap menjadi Unicorn atau istilah saat ini disebut juga dengan soon-icorn. 

Oleh karena itu, lanjut Nyoman, Bursa senantiasa mendorong perusahaan dari berbagai industri termasuk juga perusahaan-perusahaan di bidang teknologi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai tempat bertumbuh. Untuk mendukung hal itu, Bursa melakukan sosialisasi IPO dan listing baik secara langsung dengan perusahaan atau melalui workshop.

Saat ini setidaknya lebih dari 30 perusahaan mengantre dalam pipeline pencatatan saham Bursa. Berdasarkan klasifikasi aset, Nyoman menjelaskan, terdapat 3 perusahaan aset skala kecil, 12 perusahaan aset skala menengah dan 15 perusahaan aset skala besar. 

Sementara berdasarkan sektor, 1 perusahaan dari sektor Basic Materials, 2 perusahaan dari sektor Industrials, 1 perusahaan dari sektor Transportation & Logistic, 5 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, dan 6 perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals. 

Selain itu, ada juga 2 perusahaan dari sektor Technology, 2 perusahaan dari sektor Healthcare, 3 perusahaan dari sektor Energy, 4 perusahaan dari sektor Properties & Real Estate serta 4 perusahaan dari sektor Infrastructures.

Retno Wulandhari

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA