Selasa 12 Apr 2022 13:32 WIB

Pemprov DKI Siapkan 492 Bus Mudik Gratis Bagi Warga Ber-KTP Jakarta

Bus gratis dari Pemprov DKI Jakarta akan menuju ke lima provinsi.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Agus raharjo
Petugas memeriksa bus yang akan mengangkut pemudik saat mudik gratis. Ilustrasi
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Petugas memeriksa bus yang akan mengangkut pemudik saat mudik gratis. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengalokasikan anggaran untuk penyediaan bus mudik gratis tahun ini. Dirinya belum bisa memerinci total anggaran yang akan digunakan.

Menurutnya, DKI akan menyiapkan sekitar 292 bus pada arus mudik tahun 2022. “Sedangkan untuk arus baliknya disiapkan 200 bus yang akan menjemput para pemudik ke Jakarta. Totalnya, bus yang dialokasikan adalah 492 bus,” kata Syafrin kepada awak media, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan sekitar 22 truk untuk mengangkut kendaraan roda dua para pemudik saat berangkat dan sembilan truk saat pulang. Sehingga totalnya ada 31 truk pendukung mudik.

Lebih jauh, kendaraan-kendaraan itu dikatakannya menuju ke lima provinsi di Sumatra dan Jawa. Khusus Sumatra, kata dia, bus mudik dan truk gratis akan menuju Sumatra Selatan, Palembang, dan Lampung, sedangkan Jawa melingkupi Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.

Meski demikian, pihaknya belum memerinci bagaimana warga DKI bisa ikut dalam program mudik gratis itu. “Pendaftaran pemudik akan dibuka secara daring nantinya,” jelas dia.

Menurut Syafrin, pendaftaran akan diumumkan melalui website Dishub DKI. Ia menjelaskan, salah satu syarat pemudik gratis itu adalah memiliki KTP DKI Jakarta. “Tentu kami akan melihat data yang ada dari hasil pendaftar,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memproyeksikan pada masa mudik tahun ini akan lebih banyak melalui jalur darat. Khususnya menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, dan bus. Sementara Jasa Marga memprediksi lebih dari 2,5 juta kendaraan akan mudik via tol.

Berdasarkan survei Balitbang Kemenhub, setelah adanya syarat vaksin booster bagi pemudik, potensi pergerakan sebanyak 85,5 juta orang yang akan melakukan mudik. Dari total tersebut sebanyak lima moda terbanyak yang dipilih yaitu 26,8 persen atau 22,9 juta orang menggunakan kendaraan pribadi. Lalu sebanyak 19,8 persen atau 16,9 juta orang memilih menggunakan sepeda motor.

Selanjutnya sebanyak 16,6 persen atau 14,1 juta orang memilih menggunakan bus. Sisanya yakni 10,4 persen atau 8,9 juta orang memilih menggunakan pesawat. Lalu 8,9 persen atau 7,6 juta orang memilih menggunakan kereta api antarkota.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement