Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Afghanistan Bersiap Canangkan Proyek Kereta Api 3 Negara

Selasa 12 Apr 2022 08:16 WIB

Red: Christiyaningsih

Uzbekistan menjadi tuan rumah pertemuan proyek kereta api Trans-Afghanistan. Ilustrasi.

Uzbekistan menjadi tuan rumah pertemuan proyek kereta api Trans-Afghanistan. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Bikas Das
Uzbekistan menjadi tuan rumah pertemuan proyek kereta api Trans-Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL - Tim dari Afghanistan, Uzbekistan, dan Pakistan akan bertemu di Kota Termez, Uzbekistan, pada Selasa (12/4/2022) untuk membahas isu-isu kunci di sekitar proyek kereta api senilai 5 miliar dolar yang melewati Afghanistan untuk dihubungkan dengan pelabuhan-pelabuhan Pakistan. Bakht-ur-Rahman Sharafat, kepala departemen kereta api Afghanistan, mengatakan semua persiapan telah dilakukan untuk memulai proyek kereta api.

Menurutnya Kementerian Dalam Negeri telah memberikan komitmen tertulis untuk memastikan keamanannya. Dia menambahkan bahwa Uzbekistan akan membangun jalur kereta api dari Kota Naibabad di Uzbekistan ke Mazar-e-Sharif dan Samangan di Afghanistan dan Pakistan akan melanjutkan bagian dari jalur kereta api dari Jalalabad ke Peshawar.

Baca Juga

“Kami mengadakan pertemuan di Kota Termez di Uzbekistan untuk membahas dan memantau berbagai hal dengan cermat dan melihat bagaimana keadaannya dan dari mana harus memulai,” kata Sharafat dilansir Tolo News, Senin (11/4/2022).

“Kami mendukung pembangunan jalan dan tujuan kami adalah Afghanistan menjadi titik penghubung di kawasan itu melalui jalur kereta api,” kata penjabat Wakil Menteri Ekonomi Abdul Latif Nazari.

Menurut rencana yang disiapkan oleh departemen kereta api Afghanistan, proyek Kereta Api Trans-Afghanistan akan melintasi Mazar, Samangan, Pul-e-Khumri, Kabul, Logar dan Jalalabad, dan akhirnya mencapai Pakistan. Kementerian Dalam Negeri mengatakan keamanan proyek tersebut menjadi tanggung jawab unit perlindungan masyarakat.

"Proyek kereta api, yang sekarang membentang dari Hairatan ke Peshawar, berencana mempekerjakan setidaknya 4.000 orang untuk melindunginya, dan lebih banyak lagi jika diperlukan," kata Abdul Nafi Takur, penjabat juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Rusia dan Kazakhstan juga tertarik untuk membangun jalur kereta api Trans-Afghanistan dalam waktu dekat, menurut para pejabat. Kamar Dagang dan Investasi serta para analis mengatakan bahwa hubungan antara Asia Tengah dan Asia Selatan melalui Afghanistan akan menguntungkan perdagangan dan investasi negara itu.

“Sektor swasta mendukung program ini dan perkeretaapian ini berguna untuk ekspor dan impor negara,” kata Khairuddin Mayel, penjabat Wakil Kepala Departemen Perdagangan di Kamar Dagang dan Investasi.

“Pembangunan rel kereta api adalah langkah yang baik dan penting bagi perekonomian Afghanistan dan untuk hubungan perdagangan di kawasan itu,” kata Hamidullah Yalani, seorang ekonom.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA