Senin 11 Apr 2022 15:36 WIB

Idap Bipolar, Mariah Carey Ceritakan Perjuangan Berat Mengatasi Kondisinya

Mariah Carey didiagnosis mengidap bipolar pada 2001.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Penyanyi Mariah Carey mengidap bipolar. Ia mengaku obat yang diminumnya membuat kondisinya stabil.
Foto: EPA
Penyanyi Mariah Carey mengidap bipolar. Ia mengaku obat yang diminumnya membuat kondisinya stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 2001, penyanyi-aktris Mariah Carey membintangi sebuah film musikal romantis Glitter. Di saat yang sama, dia sedang melalui masa "tersulit" dalam hidupnya, yakni diagnosis bipolar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Carey telah membuka diri tentang semua yang terjadi dalam kehidupannya. Carey didiagnosis dengan gangguan bipolar setelah dirawat di rumah sakit akibat gangguan mental.

Baca Juga

Dalam sebuah wawancara dengan People pada 2008, Carey yang telah menjual lebih dari 200 juta rekaman itu mengatakan, kondisi tersebut adalah tahun-tahun tersulit yang pernah dilaluinya.

"Sampai saat ini, saya hidup dalam penyangkalan, isolasi, dan dalam ketakutan terus-menerus seseorang akan mengekspos saya. Itu beban yang terlalu berat untuk dipikul dan saya tidak bisa melakukannya lagi," kata Carey, dilansir Express, Senin (11/4/2022).

Carey melakukan banyak hal untuk mengatasi kondisinya itu, misalnya mencari dan menerima perawatan, serta berada di sekitar orang-orang yang positif. Artis Pendatang Baru Terbaik dalam gelaran Grammy 1991 itu juga kembali melakukan hal yang disukai, seperti menulis lagu dan membuat musik.

Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental, yang ditandai dengan emosi naik dan turun, juga dikenal sebagai depresi dan mania. Sisi depresi terdiri dari perasaan sangat rendah dan lesu sedangkan mania, atau perasaan tertinggi yang masif, terdiri dari perasaan sangat tinggi dan terlalu aktif.

Carey, yang mengalami gejala khas, hanyalah satu di antara ratusan kreator berkinerja tinggi. Seniman lain yang mengalami gejala serupa, misalnya Robbie Williams dan Stephen Fry.

Carey mengatakan, dirinya mengalami gangguan tidur parah. Dia didiagnosis mengidap insomnia yang tidak normal saat rekaman albumnya di studio.

"Saya mudah tersinggung dan terus-menerus takut mengecewakan orang," ujar penyanyi "Emotions" itu.

Carey menjelaskan episode depresinya ditandai dengan memiliki energi yang sangat lemah. Carey juga merasa sangat kesepian dan sedih, bahkan bersalah karena dia tidak melakukan apa yang perlu dilakukan untuk kariernya. Sebagai bagian dari perawatannya, Carey diberi obat yang disebutnya obat bagus.

"Itu tidak membuat saya merasa terlalu lelah atau lesu atau semacamnya," kata penyanyi asal Amerika Serikat berusia 53 tahun itu.

Obat utama untuk bipolar di Inggris adalah lithium, digunakan sebagai penstabil suasana hati. Ini juga digunakan di Amerika. Lithium menstabilkan pelepasan neurotransmiter, yang mengirim sinyal kimia ke sekitar otak.

Carey tidak merinci obat apa yang diminumnya. Meski begitu, pelantun "Hero" itu mengaku kondisinya stabil.

"Menemukan keseimbangan yang tepat adalah yang paling penting," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement