Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Warga Shanghai Pertanyakan Jumlah Korban Karantina Covid-19

Senin 11 Apr 2022 15:27 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Semua warga yang positif Covid-19 baik memiliki gejala maupun tidak harus dikarantina

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Lu yang berusia 99 tahun sudah lama tinggal di Pusat Perawatan Rumah Sakit Donghai, Shanghai. Keluarganya yakin ia akan mendapat perawatan selama 24 jam di pusat kesehatan terbesar di kota itu.

Tapi itu sebelum kota terbesar di China dilanda wabah Covid-19 terburuk sejak Wuhan pada akhir 2019 lalu. Pasien, dokter dan perawat di fasilitas yang memiliki 1.800 ranjang itu terinfeksi Covid-19.

Baca Juga

Banyak perawat yang meminta pertolongan di media sosial, mereka mengatakan kewalahan dengan gelombang infeksi. Beberapa kerabat pasien mengatakan banyak pasien yang meninggal dunia.

Keluarga Lu yang meminta agar nama belakangnya tidak disebutkan mengatakan perempuan itu memiliki masalah jantung dan tekanan darah tinggi. Ia terinfeksi Covid-19 dan meski tidak memiliki gejala ia tetap dikirim ke fasilitas isolasi pada 25 Maret lalu.

photo
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua, kelompok pertama pasien yang telah pulih dari COVID-19 meninggalkan rumah sakit darurat yang diubah dari Shanghai Convention & Exhibition Center of International Sourcing di Shanghai pada Sabtu, 9 April 2022. - (Jin Liwang/Xinhua via AP)
Cucunya mengatakan Lu meninggal dunia tujuh hari kemudian, penyebab kematian tercatat masalah kesehatan bawaan. Kini yang menjadi pertanyaan cucunya mengapa Lu dibawa dari pusat perawatan orang lanjut usia yang paling akrab dengannya.

Rasa frustasi cucunya Lu mencerminkan keresahan banyak masyarakat China atas kebijakan tanpa toleransi Covid-19. Semua warga yang positif Covid-19 baik memiliki gejala maupun tidak harus dikarantina di lokasi isolasi khusus.

Shanghai menjadi kasus uji coba bagi kebijakan ketat China tersebut. Masyarakat tidak diizinkan melakukan karantina di rumah. Sebelum masyarakat marah Shanghai juga memisahkan anak-anak yang positif Covid-19 dari orang tua mereka.

Mulai 1 Maret sampai 9 April pusat keuangan China itu melaporkan 180 ribu kasus yang penularannya terjadi di dalam negeri. Sekitar 96 persen di antaranya tanpa gejala. Selama periode itu juga tidak ada pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia.

Staf rumah sakit Donghai yang mengangkat telepon menolak menjawab pertanyaan dan mengalihkannya ke departemen lainnya yang tidak menjawab panggilan telepon. Dimintai komentar pemerintah Shanghai hanya mengirimkan laporan media setempat mengenai warga yang menjalani karantina di pusat isolasi kota.

 

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA