Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

WHO : Lebih dari 100 Serangan Terjadi pada Fasilitas Kesehatan Ukraina

Jumat 08 Apr 2022 14:58 WIB

Rep: haura hafizah/ Red: Hiru Muhammad

Seorang wanita tua berjalan di dekat gedung apartemen yang hancur dalam serangan Rusia di Borodyanka, Ukraina, Rabu, 6 April 2022.

Seorang wanita tua berjalan di dekat gedung apartemen yang hancur dalam serangan Rusia di Borodyanka, Ukraina, Rabu, 6 April 2022.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
WHO telah memverifikasi 103 insiden serangan terhadap perawatan kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 100 serangan terjadi terhadap layanan kesehatan di Ukraina selama invasi yang dilakukan oleh Rusia. Dari serangan yang dikonfirmasi, 89 telah berdampak pada fasilitas kesehatan dan sebagian besar sisanya mengenai layanan transportasi termasuk ambulans.

"Sampai sekarang, WHO telah memverifikasi 103 insiden serangan terhadap perawatan kesehatan, dengan 73 orang tewas dan 51 terluka, termasuk petugas kesehatan dan pasien," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Channel News pada Jumat (8/4/2022).

Baca Juga

Kemudian, ia mengaku marah karena serangan terhadap perawatan kesehatan terus berlanjut. "Hal itu merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional," kata dia.

Sementara itu, Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya juga masih kesulitan memberikan bantuan kesehatan ke daerah yang terkena dampak invasi Rusia. Pasalnya, beberapa masih di luar jangkauan.

"Memang benar beberapa tetap sangat sulit. Saya pikir prioritas pasti, saya pikir kita semua setuju, adalah Mariupol," kata Kluge.

Diketahui, terletak di tempat tenggara yang strategis antara Krimea yang diduduki Rusia dan daerah separatis pro-Rusia di timur Ukraina, Mariupol telah menjadi tempat beberapa serangan paling sengit oleh pasukan Moskow. Warga telah berbicara tentang kehancuran total dan kondisi yang mengerikan.  Populasi kota telah menyusut dari 400 ribu sebelum konflik menjadi sekitar 120 ribu hari ini.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA