Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Doa Rasulullah Agar Dilindungi dari Bisikan Setan

Kamis 07 Apr 2022 12:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Rasulullah

Rasulullah

Foto: wikipedia
Sejatinya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejatinya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Misinya adalah menggoda manusia hingga hari akhir sehingga berpaling dari menyembah Allah SWT. Menggelincirkan manusia dari kebaikan pada keburukan. Karenanya Rasulullah SAW pun terus berdoa kepada Allah agar tidak tergoda bisikan setan. Doa Rasulullah ini dapat ditemukan pada Alquran surat Al Mu'minun. 

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ # وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Baca Juga

Dan katakanlah (Muhammad): "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan # Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku" (Alquran surat Al Mu'minun ayat 97-88).

Dalam kajian Masjid Bayt Alquran menjelang berbuka puasa beberapa hari laku, Pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran, Ustadz Syahrullah Iskandar mengatakan dua ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah mengajarkan kepada Rasulullah agar berdoa memohon perlindungan kepada allah dari bisikan, bujuk rayu setan dan dari kehadirannya. Menurut ustaz Syahrullah hadirnya setan akan mendarangkan keburukan pada manusia karena akan lebih dekat untuk dirayu sehingga lalai dari taat kepada Allah. 

Ustaz Syahrullah menjelaskan kata Hamzatu Syayathin berarti bisikan, was-was atau godaan. Ada ulama yang berpendapat bahwa bentuk godaannya adalah dihalangnya manusia dari jalan kebaikan dan menghiasi jalan hidup manusia dengan keburukan. Ada juga yang menyebut bentuk godaan setan adalah kesombongan. Sehingga manusia menjadi sombong akan apa yang dimilikinya. Selain itu bentuk godaan setan adalah keraguan, gelisah, terlebih ketika seorang hamba hendak beribadah. Karena itu, ustaz Syahrullah menjelaskan ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah membacakan  doa tersebut ketika hendak mengawali shalat. 

"Jadi Rasulullah juga memrintahkan untuk senantiasa mengucapkan isti'adzah atau ta'awidz. Bukan berarti orang yang membaca Alquran, yang sholat itu tidak digoda. Mereka digoda makanya jadi lalai. Bagaimana agar tak digoda, fokus dan sebelum sholat kita minta baca ayat tadi," katanya. Andrian Saputra

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA