Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Yati: Jika Perdana Menteri Muslim, 50 Persen Warga Masuk Islam

Senin 04 Apr 2022 11:08 WIB

Rep: Ratna ajeng tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Yati: Jika Perdana Menteri Muslim, 50 Persen Warga Masuk Islam. Foto:   Ilustrasi Islamofobia

Yati: Jika Perdana Menteri Muslim, 50 Persen Warga Masuk Islam. Foto: Ilustrasi Islamofobia

Foto: Foto : MgRol_94
Pernyataan Yati mengandung unsur Islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Terkenal karena membuat pernyataan tidak sopan terhadap Muslim, Yati Narsinghanand, kepala pendeta kuil Dasna Devi berkomentar bahwa 50 persen umat Hindu akan pindah agama dalam 20 tahun jika seorang Muslim menjadi perdana menteri India.

Melansir laman timesofindia.com, berbicara tentang Hindu Mahapanchayat yang tidak diberikan izin oleh pemerintah Delhi, dia juga mendesak umat Hindu untuk mengangkat senjata untuk memperjuangkan keberadaan mereka.

Baca Juga

Mahapanchayat diselenggarakan di lapangan Burari oleh kelompok yang sama yang sebelumnya mengadakan acara kontroversial serupa di Haridwar dan di Jantar Mantar di ibu kota negara, di mana slogan-slogan anti muslim dimunculkan. Beberapa pemimpin supremasi Hindu lainnya juga menghadiri acara yang diselenggarakn, Ahad (3/4/2022).

Narsinghanand saat ini menjadi tersangka dengan jaminan sehubungan dengan kasus ujaran kebencian Haridwar.

"Hanya pada 2029 atau 2034 atau 2039 seorang Muslim akan menjadi perdana menteri. Begitu seorang Muslim menjadi PM, 50 persen Hindu akan masuk Islam, 40 persen akan dibunuh dan 10 persen sisanya akan tinggal di pengungsian. kamp atau di negara lain dalam 20 tahun ke depan. "Ini akan menjadi masa depan umat Hindu. Jika anda ingin menghindari masa depan ini, jadilah laki-laki dan angkat senjata," kata Narsinghanand dalam video Mahapanchayat yang beredar di media sosial.

Namun media tidak dapat secara independen memeriksa kebenaran video tersebut. Sementara itu, beberapa jurnalis yang berbasis di Delhi, yang pergi untuk meliput acara tersebut, diduga dianiaya di sana. Namun, polisi membantah klaim bahwa mereka ditahan.

Berbagi tweet oleh salah satu jurnalis yang menuduh bahwa dua pemuda Muslim dari media diserang oleh massa Hindu di Mahapanchayat dan juga ditahan, Wakil Komisaris Polisi Usha Rangnani turun ke Twitter mengatakan tidak ada yang ditahan.

"Sebagian wartawan, dengan sukarela, atas kemauan sendiri, untuk menghindari kerumunan yang semakin gelisah dengan kehadiran mereka, duduk di PCR Van yang ditempatkan di tempat disitu dan memilih untuk melanjutkan ke kantor Polisi karena alasan keamanan. Tidak ada yang ditahan. Karena perlindungan polisi diberikan ," katanya dalam tweet.

"Untuk menyebarkan informasi yang salah, tindakan yang diperlukan harus dimulai terhadap orang-orang seperti itu," tweet Kompol Rangnani.

Sumber:

https://m.timesofindia.com/india/50-hindus-will-convert-to-islam-if-a-muslim-becomes-pm-says-rabble-rouser-priest/articleshow/90627185.cms

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA