Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Islam Tingkatkan Kesalehan Pribadi di Setiap Ramadhan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko

 Sabtu 02 Apr 2022 10:16 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Haedar menilai Ramadan sebagai wahana mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin, Foto: Tangkapan Layar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Haedar menilai Ramadan sebagai wahana mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin,

Haedar menekankan Ramadan sebagai wahana mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki Ramadan 1443 H, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir mengajak semua umat Islam menjadikan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keshalehan pribadi masing-masing. Dengan berbagai pelaksanaan ibadah selama Bulan Ramadan sehingga meningkatkan kedekatan dan hubungan dengan Allah SWT.

Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah ini dalam rangka mengedepankan sikap saling menghargai di tengah perbedaan pelaksanaan awal bulan puasa Ramadan tahun ini di tengah masyarakat. Haedar juga menjelaskan bahwa, Bulan Ramadan sebagai wahana untuk mempererat ukhuwah.

Baca Juga

Dengan kesalehan pribadi ini, maka tidak akan ada sikap permusuhan, walaupun di tengah keberagaman. “Kami berharap ibadah puasa dan lain sebagainya yang dilakukan oleh kaum muslimin dapat meningkatkan kesalehan pribadi, yang memancar dalam kesalehan keluarga dan kehidupan masyarakat, bangsa, serta dunia kemanusiaan semesta,” tutur Haedar dilansir dalam keterangan persnya, pada, Jumat (1/4/2022).

Haedar menekankan Ramadan sebagai wahana mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin, serta sesama umat bangsa. Melalui peningkatan kedekatan dan hubungan dengan Allah melalui ibadah selama bulan suci umat Islam ini, Haedar kepada kaum muslim diharapkan mampu menebar nilai-nilai perdamaian, kebaikan, keluhuran moral, serta berbagi dan keutamaan dalam hidup.

"Ramadhan panggilan suci untuk merekat kebersamaan saling tolong menolong, berbagi dan peduli, serta membangun kehidupan bersama dalam keragaman," ujar Guru Besar Sosiologi ini.

Karena itu, ia berpesan, ada baiknya setiap diri memanfaatkan setiap waktu di dalam bulan suci ini sebagai momen untuk berhijrah secara spiritual, intelektual, dan peran sosial yang mampu membawa kepada pencerdasan, pembebasan, kemajuan dan membangun peradaban yang utama.

“Insyaallah jika ibadah puasa dan seluruh rangkaian ibadah di Bulan Ramadan ditunaikan dengan rukun, khusyu’, dan tahsinah yang baik, maka akan melahirkan insan-insan yang al muttaqun,” imbuhnya.

Terbentuknya Umat Islam yang bertaqwa sebab pelaksanaan ibadah selama Bulan Ramadan diharapkan akan menjadi insan yang memancarkan pencerahan di kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia semesta dengan membawa misi rahmatan lil alamin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X