Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tinggalkan Chernobyl, Pasukan Rusia Disinyalir Terpapar Radiasi

Sabtu 02 Apr 2022 04:40 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah

 FILE - Sebuah korsel yang ditinggalkan di taman terlihat kota hantu Pripyat dekat dengan pembangkit nuklir Chernobyl, Ukraina, pada 15 April 2021. Di antara perkembangan yang paling mengkhawatirkan pada hari yang sudah mengejutkan, ketika Rusia menginvasi Ukraina pada hari Kamis, adalah peperangan di pembangkit nuklir Chernobyl, di mana radioaktivitas masih bocor dari bencana nuklir terburuk dalam sejarah 36 tahun lalu.

FILE - Sebuah korsel yang ditinggalkan di taman terlihat kota hantu Pripyat dekat dengan pembangkit nuklir Chernobyl, Ukraina, pada 15 April 2021. Di antara perkembangan yang paling mengkhawatirkan pada hari yang sudah mengejutkan, ketika Rusia menginvasi Ukraina pada hari Kamis, adalah peperangan di pembangkit nuklir Chernobyl, di mana radioaktivitas masih bocor dari bencana nuklir terburuk dalam sejarah 36 tahun lalu.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Belum ada konfirmasi independen laporan dari pihak Ukraina tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasukan Rusia menyerahkan kendali pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl kembali ke Ukraina setelah lebih dari satu bulan mengambil alih wilayah tersebut saat pertempuran berkecamuk di pinggiran Kyiv dan front lainnya. Mereka pun meninggalkan lokasi yang sangat terkontaminasi itu pada Jumat pagi waktu setempat.

 

Baca Juga

Perusahaan listrik Negara Ukraina, Energoatom dikutip dari laman Times of Israel mengatakan, penarikan pasukan Rusia di Chernobyl terjadi usai tentara mengalami radiasi. Hal ini diakibatkan dari penggalian parit di hutan zona eksklusi di sekitar pabrik tertutup. Namun, tidak ada konfirmasi independen mengenai itu.

Meski demikian, Energoatom tidak memberikan rincian tentang jumlah dan kondisi para prajurit yang disebutkan terkena radiasi. Kremlin juga belum memberikan komentar terkait kondisi ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, penarikan prajurit Rusia dari utara dan tengah negaranya hanyalah taktik militer. Menurut dia, pasukan tersebut sedang membangun serangan baru yang kuat di wilayah tenggara. “Kami tahu niat mereka. Kami tahu bahwa mereka menjauh dari area di mana kami memukul mereka untuk fokus pada yang lain, yang sangat penting di mana mungkin sulit bagi kami," kata Zelensky dalam pidato video dikutip pada Jumat. "Akan ada pertempuran di depan," tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 45 bus melaju bersama menuju ke Mariupol dalam upaya untuk mengevakuasi orang-orang dari kota pelabuhan yang terkepung setelah militer Rusia menyetujui gencatan senjata terbatas di daerah tersebut. Namun, menurut Pemerintan Ukraina, pasukan Rusia memblokir bus, dan hanya 631 orang yang bisa keluar dari kota dengan mobil pribadi.

Kemudian, 12 bus Ukraina mampu mengirimkan 14 ton makanan dan pasokan medis ke Mariupol. Tetapi, pada Kamis malam, Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk menyebut, bantuan itu disita oleh pasukan Rusia.

Pasukan Rusia merebut situs Chernobyl pada  awal pelaksanaan invasi pada 24 Februari 2022. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka akan menyebabkan kerusakan atau gangguan yang dapat menyebarkan radiasi. Para petugas di lokasi tersebut mengawasi penyimpanan yang aman dari batang bahan bakar bekas dan reruntuhan reaktor beton yang meledak pada tahun 1986.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA