Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Persamaan dan Perbedaan Sholat Tarawih, Qiyam, dan Tahajud

Jumat 01 Apr 2022 14:06 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Sholat tarawih. Ilustrasi. Tarawih, sholat qiyamullail, dan tahajud mempunyai persamaan dan perbedaan

Sholat tarawih. Ilustrasi. Tarawih, sholat qiyamullail, dan tahajud mempunyai persamaan dan perbedaan

Foto: Dok. Republika
Tarawih, sholat qiyamullail, dan tahajud mempunyai persamaan dan perbedaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagian Muslim mungkin pernah bingung ketika mengaitkan antara sholat Tarawih, sholat Qiyam (sholat qiyamullail atau sholat malam), dan sholat Tahajud. Sebetulnya ketiga sholat sunnah itu beda atau sama saja? 

Anggota Pusat Internasional Al-Azhar untuk Fatwa Elektronik, Syekh Mahmud al-Sayed Saber, memberikan penjelasan. Dia memaparkan, tiga sholat tersebut memiliki beberapa kesamaan. 

Baca Juga

Yaitu ketiganya dilakukan dengan satu cara yaitu dengan dua rakaat satu kali salam dengan sekali niat. "Dan semuanya dimulai setelah sholat Isya hingga adzan Subuh," tutur dia seperti dilansir Elbalad, Jumat (1/4/2022). 

Ustadz Ahmad Zarkasih melalui bukunya, "Sejarah Tarawih", menyampaikan, di masa Nabi Muhammad SAW hingga Abu Bakar RA, tidak dikenal sholat Tarawih. Saat itu istilah yang digunakan untuk merujuk pada pelaksanaan sholat di malam hari selama bulan Ramadhan adalah sholat qiyam Ramadhan. 

Sholat qiyam Ramadhan dilakukan sebagai ibadah untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan. Istilah sholat Tarawih kemungkinan baru muncul pada era kepemimpinan Umar bin Khattab. 

Dalam riwayat Imam al-Marwadzi, disebutkan bahwa Ubay bin Ka'ab diperintah Umar bin Khattab untuk menjadi imam sholat qiyam Ramadhan dengan bacaan 5-6 ayat di setiap rakaat, dan setiap dua rakaat dilakukan tarwiih atau istirahat. 

"Bisa jadi, itulah mengapa sholat ini disebut tarawih karena imam memberikan banyak istirahat (tarwiih) untuk makmum pada setiap dua rakaat," jelasnya. 

Dosen Pascasarjana Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ustadz Hari Susanto, juga menjelaskan sejak awal Islam dan sebelum peristiwa Isra Miraj, sholat qiyamullail (atau sholat qiyam atau sholat malam) juga telah ditekankan, sebagaimana firman Allah SWT pada Surat Al-Muzzammil yang turun pada masa awal Islam. Allah SWT berfirman: 

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا "Hai orang yang berselimut. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan." (QS Al-Muzzammil ayat 1-4) 

"Jadi pada awal Islam, sholat malam ini sudah disyariatkan. Maka di bulan Ramadhan ini, pahalanya dan fadhilah (keutamaannya)-nya menjadi lebih besar ketika kita mengerjakannya," jelasnya.

 

Sumber: elbalad    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA