Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Tiga Mobil Listrik akan Dirakit di Indonesia

Kamis 31 Mar 2022 13:16 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto meninjau IIMS 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto meninjau IIMS 2022.

Foto: Republika/Eric
Biaya mobil listrik hanya 10 persen dari biaya bahan bakar kendaraan konvensional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 telah dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Dalam pameran yang digelar pada 31 Maret hingga 10 April 2022 itu, ia pun memaparkan perkembangan soal mobil listrik di Indonesia.

"Transisi pada era electric vehicle (EV) adalah suatu keharusan. Tahun ini, sudah ada tiga brand yang akan meluncurkan EV di Indonesia," kata Airlangga Hartarto dalam pembukaan IIMS di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (31/3).

Baca Juga

Dengan kehadiran varian EV yang semakin banyak, maka diharap hal ini bisa terus mempercepat transisi karena masyarakat semakin diberi alternatif yang beragam sesuai dengan kebutuhanya masing-masing.

Terlebih, lanjutnya, EV menjanjikkan efisiensi biaya operasional yang sangat signifikan. "Biaya EV hanya 10 persen dari biaya bahan bakar kendaraan konvensional," ujarnya.

Karena itu, saat ini sejumlah brand melakukan edukasi soal keunggulan EV. Selain itu, pabrikan pun mulai melakukan proses perakitan EV di dalam negeri agar harga bisa terus ditekan. Salah satu pabrikan yang telah melakukan perakitan lokal adalah Hyundai. "Pada September ini, akan ada lagi EV yang diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh mengatakan, salah satu tujuan utama IIMS adalah mendorong pertumbuhan ekosistem EV. Karena itu, sejumlah brand pun mengguanakan ajang ini untuk memperkenalkan teknologi EV.

"Semoga IIMS bisa terus merangkul para stakeholder sehingga proses transisi EV bisa terus didorong. Sehigga, target nett zero emission pada 2060," kata Hendra Noor Saleh.


 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA