Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Tes Antigen di Lima Stasiun Daop Semarang Ditutup

Selasa 29 Mar 2022 20:51 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Calon penumpang berjalan menuju rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek jurusan Pasar Turi Surabaya di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/7/2021).

Calon penumpang berjalan menuju rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek jurusan Pasar Turi Surabaya di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/7/2021).

Foto: ANTARA/Aji Styawan
Layanan ditutup karena sudah semakin minim penumpang yang ikut tes.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT KAI menutup layanan tes usap antigen di lima stasiun yang berada di Daop 4 Semaran. Penutupan itu dilakukan menyusul penghapusan syarat tes tersebut untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro dalam siaran pers di Semarang, Selasa, mengatakan, penutupan layanan tersebut dilakukan karena minimnya calon penumpang yang minta tes antigen. Layanan tes antigen yang ditutup itu antara lain Stasiun Semarang Poncol, Ngrombo, Pemalang, Cepu dan Weleri."Setelah ada SE Menhub Nomor 25 tahun 2022, hanya sekitar 15 hingga 30 orang yang dilayani per hari," katanya.

Baca Juga

Padahal sebelumnya, lanjut dia, layanan tes antigen tersebut melayani sekitar 200 hingga 600 orang per hari.Sementara untuk membantu calon penumpang yang memang masih membutuhkan layanan tes antigen karena belum memenuhi syarat vaksinasi terdapat klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya yang berada di sekitar kelima stasiun tersebut.

Adapun stasiun yang hingga saat ini masih membuka layanan tes antigen bagi calon penumpang tinggal menyisakan Stasiun Semarang Tawang, Tegal, dan Pekalongan.Ia menambahkan KAI memastikan penerapan protokol kesehatan dalam setiap perjalanan kereta api. Calon penumpang yang tidak memenuhi persyaratan tetap tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA