Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Cegah Infiltrasi ISIS, Irak Bangun Tembok Beton Perbatasan dengan Suriah

Selasa 29 Mar 2022 20:12 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

Kelompok ISIS (ilustrasi). Panjang tembok beton perbatasan Irak Suriah sepanjang tujuh mil untuk hadang infiltrasi ISIS.

Kelompok ISIS (ilustrasi). Panjang tembok beton perbatasan Irak Suriah sepanjang tujuh mil untuk hadang infiltrasi ISIS.

Foto: AP
Panjang tembok beton perbatasan Irak Suriah sepanjang tujuh mil

REPUBLIKA.CO.ID, BAGDAD — Irak sedang membangun tembok beton di sepanjang bagian perbatasannya dengan Suriah untuk menghentikan infiltrasi kelompok ISIS. Pernyataan ini disampaikan oleh sumber militer Irak pada Ahad (27/3/2022). 

“Dalam tahap pertama konstruksi, tembok sepanjang tujuh mil dengan tinggi 3,5 meter (11 kaki) dibangun di Provinsi Nineveh di daerah Sinjar di barat laut Irak,” kata seorang perwira senior dilansir dari Alaraby, Selasa (29/3/2022). 

Baca Juga

Masih menurut sumber itu, Irak, yang berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 600 kilometer dengan Suriah, berusaha untuk menghentikan infiltrasi anggota ISIS ke wilayahnya. Tetapi dia tidak merinci berapa lama tembok itu akhirnya akan dibangun. 

Irak pada 2018 mengatakan telah mulai membangun pagar di sepanjang perbatasan Suriah untuk alasan yang sama. 

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau perang yang berbasis di Inggris mengatakan pembangunan tembok itu dilakukan di daerah yang menghadap kota Al-Shaddadi, di selatan Provinsi Hasakeh Suriah. 

Pada Januari di provinsi yang dikuasai Kurdi, pejuang ISIS menyerang sebuah penjara untuk membebaskan jihadis mereka. Hal ini memicu bentrokan berhari-hari yang menewaskan ratusan orang. 

“Banyak tahanan diperkirakan telah melarikan diri, dengan beberapa menyeberang ke negara tetangga Turki atau wilayah yang dikuasai Turki di utara Suriah,” kata Observatorium.  

ISIS menyerbu sebagian besar Irak dan Suriah pada 2014, mendeklarasikan "kekhalifahan" sebelum Baghdad memproklamirkan kemenangan pada akhir 2017 setelah kampanye keras.

Namun pemberontakan jihadis tingkat rendah terus berlanjut, berkobar terutama di daerah pedesaan dan pegunungan antara wilayah otonomi Kurdistan Irak dan pinggiran utara ibu kota. 

 

Sumber: alaraby   

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA