Selasa 29 Mar 2022 20:09 WIB

Jubir Vaksinasi Covid-19: Stok Vaksin Aman, Hanya Proses Distribusinya Saja

Jubir sebut, Kemenkes akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk distribusinya.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ratna Puspita
Ilustrasi. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga kini jumlah stok vaksin booster masih dalam jumlah yang aman.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ilustrasi. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga kini jumlah stok vaksin booster masih dalam jumlah yang aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga kini jumlah stok vaksin booster masih dalam jumlah yang aman. Padahal, beberapa daerah meminta agar segera mendapatkan stok vaksin penguat untuk melanjutkan program vaksinasi Covid-19 jelang bulan Ramadhan.

"Saat ini stok vaksin aman jumlah stok, hanya proses distribusi saja," kata Nadia kepada Republika, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga

Nadia mengungkapkan, dalam proses distribusi vaksin, Kemenkes akan bekerjasama dengan TNI-Polri, dan sejumlah komunitas, pihak swasta hingga pengurus masjid. "Buka sentra vaksinasi dengan komunitas dan swasta, juga bekerja sama dengan pihak pengurus masjid,” kata dia.

Guna mengejar cakupan vaksinasi jelang Ramadhan dan Lebaran, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta agar Pemerintah Daerah tujuan mudik Lebaran seperti Jateng, Jatim, Jabar, hingga DIY agar memantau vaksinasi masyarakat. Khususnya vaksinasi dosis dua dan booster.

"Gubernur, bupati, dan wali kota dari Jateng, Jatim, Jabar, dan DIY untuk terus memantau data vaksinasi dosis kedua dan booster di wilayahnya dan harus terus ditingkatkan," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan stok vaksin saat ini masih mencapai 80 juta. Dengan jumlah tersebut, menurut Budi, masih bisa bertahan untuk stok selama empat bulan.

"Hingga saat ini Kementerian Kesehatan sudah mengadakan 475 juta vaksin, 395 juta vaksin sudah disuntikkan dan masih ada 89 juta vaksin yang masih bisa digunakan sebagai booster dan dosis kedua," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berharap segera mendapatkan stok vaksin penguat untuk melanjutkan program vaksinasi Covid-19 bagi seluruh masyarakat Kota Hujan, terutama menjelang Ramadhan 1443 Hijriah. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan, vaksinasi penguat merupakan kebijakan nasional.

Sehingga, ia berharap, pemerintah juga bisa mengirim stok vaksin agar proses vaksinasi di masyarakat berjalan lancar. "Supaya tidak terputus. Artinya kita punya PR (Pekerjaan Rumah) untuk menyempurnakan dua vaksin dan kemudian yang penguat," ujarnya di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/3/2022).

Dedie menyatakan, hingga menjelang Ramadhan 2022, capaian vaksinasi penguat di Kota Bogor masih rendah. Salah satu penyebabnya stok vaksin AstraZeneca dan Pfizer dosis setengah sudah habis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2022, Kota Bogor hanya mendapatkan dua jenis vaksin penguat, yakni AstraZeneca dan Pfizer, dengan jumlah 144 ribu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penduduk Indonesia yang telah menerima vaksin dosis ketiga (penguat) sudah mencapai 21.474.870 jiwa atau mengalami penambahan sebanyak 1.340.225 pada Selasa hingga pukul 12.00 WIB. Dari data resmi yang diterima di Jakarta, penambahan penerima dosis ketiga ini setelah 158.830.466 jiwa mendapat vaksin dosis kedua. 

Terdapat penambahan sebanyak 855.959 jiwa yang mendapat vaksin dosis kedua pada Selasa. Sementara vaksin dosis pertama telah mencapai 196.240.871 atau terdapat penambahan harian sebanyak 282.832 jiwa. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi secara nasional mencapai 208.265.720 jiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement