Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Empat Kondisi yang Sering Jadi Penyebab Penularan Covid-19

Ahad 27 Mar 2022 22:58 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Empat kondisi yang sering menjadi penyebab penularan Covid-19. (ilustrasi)

Empat kondisi yang sering menjadi penyebab penularan Covid-19. (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Ada empat kondisi yang patut diwaspadai dalam hal penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak perubahan yang terjadi pada berbagai aspek pandemi Covid-19; mulai dari jumlah kasus, rekomendasi kesehatan, hingga virusnya sendiri. Satu hal yang tampaknya tak banyak mengalami perubahan adalah kondisi yang sering membuat orang tertular Covid-19.

Menurut beberapa ahli, ada empat kondisi yang paling sering menyebabkan terjadinya penularan Covid-19. Berikut ini keempat kondisi yang patut diwaspadai tersebut, seperti dilansir Eat This Not That, Ahad (27/3/2022):

Baca Juga

1. Tidak vaksinasi dan dapatkan booster

Pemberian vaksin dan dosis tambahan atau booster terbukti bisa secara efektif mencegah terjadinya sakit berat dan kematian akibat Covid-19. Manfaat lain dari melakukan vaksinasi dasar dan mendapatkan booster adalah menurunkan kemungkinan untuk tertular Covid-19.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh ahli virus dr Michael Osterholm. Mengacu pada data terbaru, dr Osterholm mengatakan orang yang sudah vaksinasi lengkap dan telah menerima booster memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menjadi positif Covid-19 dibandingkan orang yang tidak vaksinasi.

2. Berkerumun tanpa masker

Studi dalam jurnal Environmental Science & Technology meneliti soal tempat-tempat yang berisiko untuk mendorong terjadinya penularan Covid-19. Dari studi ini, tim peneliti mendapati bahwa tempat paling berisiko untuk memicu penularan Covid-19 adalah area di dalam ruangan dengan ventilasi buruk di mana orang-orang yang berkumpul di dalamnya tidak menggunakan masker dan bernapas cepat. Beberapa contohnya adalah area konser dan kelab malam.

3. Berkumpul di restoran dan bar

Sejak awal pandemi, para ahli kesehatan telah memperingatkan risiko penularan Covid-19 di tempat makan atau minum dalam ruangan. Studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan bahwa orang yang positif Covid-19 memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar pernah mengunjungi restoran dalam kurun waktu dua pekan sebelumnya dibandingkan orang yang negatif Covid-19.

Ahli penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center bahkan menyebut bar sebagai salah satu sumber penyebaran Covid-19 yang signifikan. Alasannya, sebagian besar bar beroperasi di dalam ruangan, orang-orang yang datang menghabiskan waktu cukup lama di sana, saling berdekatan, dan jarang menggunakan masker karena mereka minum alkohol dan berbincang dengan orang lain.

4. Mengabaikan masker di area berisiko

Penggunaan masker yang berkualitas seperti N95, KN94, atau KF94 bisa memberikan perlindungan yang signifikan bila seseorang harus beraktivitas di area berisiko tinggi. Beberapa negara saat ini mungkin sudah melakukan pelonggaran aturan terkait penggunaan masker di ruang publik. Meski begitu, penggunaan masker masih menjadi mandat di area-area dengan tingkat transmisi Covid-19 yang tinggi.

Cara paling dasar untuk membantu mengendalikan pandemi Covid-19 adalah cakupan vaksinasi yang luas. Oleh karena itu, setiap orang yang sudah dinyatakan layak menerima vaksin sebaiknya segera melakukan vaksinasi dan mendapatkan dosis tambahan.

Hal lain yang perlu tetap dilakukan adalah menggunakan masker saat beraktivitas, tidak bepergian bila tak ada kepentingan, jaga jarak fisik, jauhi kerumunan, dan jangan berkumpul dalam ruangan tertutup dengan orang-orang yang tidak satu rumah, seperti berkumpul di bar. Biasakan juga untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir. 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA