Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Erick Thohir Minta Liga 1 Harus Jadi Kompetisi yang Bersih

Sabtu 26 Mar 2022 19:04 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Muhammad Akbar

Menteri BUMN Erick Thohir mengecek fasilitas area publik di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta.

Menteri BUMN Erick Thohir mengecek fasilitas area publik di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta.

Foto: Istimewa
fokus utama tertuju pada penyelenggaraan kompetisi yang bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, membeberkan sejumlah kunci sukses agar kualitas gelaran Liga 1 terus meningkat.

Menurutnya, setidaknya ada tiga aspek yang harus terus ditingkatkan di gelaran Liga 1 pada masa-masa mendatang. Namun, dari tiga aspek tersebut, fokus utama tertuju pada penyelenggaraan kompetisi yang bersih.

Dengan kompetisi yang bersih, tutur Erick, akan membuat semua pihak yang berada dalam ekosistem sepak bola nasional, termasuk pemilik klub dan pemain, merasa nyaman dan bisa bekerja secara maksimal.

''Kalau kompetisnya tidak bersih, nanti ada luka-luka yang membuat semuanya tidak berjalan secara maksimal,'' kata Erick usai menghadiri laga Bali United kontra Persebaya di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (25/3).

Tidak hanya itu, kompetisi yang bersih juga akan meningkatkan kepercayaan dari pihak sponsor. Kondisi ini, ujar Erick, terkait dengan aspek kedua dalam upaya meningkatkan kualitas kompetisi Liga 1.

''Tidak hanya sponsor, pemasukan juga bisa datang dari penjualan tiket. Akhirnya, itu akan meningkatkan nilai ekonomi dari kompetisi tersebut,'' kata mantan pemilik klub asal Italia, Inter Milan, tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, klub-klub peserta kompetisi juga diharapkan melakukan pembinaan pemain muda secara maksimal. Kehadiran pemain-pemain muda berkualitas ini dinilai dapat mendongkrak kualitas dari Timnas Indnesia.

''Kalau timnas baik, maka liga juga akan terdorong baik,'' ujar Erick.

Kombinasi dari tiga aspek ini, tutur Erick, pun sudah terbukti berhasil di sejumlah negara di luar negeri.

Erick pun memberi contoh soal perkembangan kompetisi sepak bola domestik di Amerika Serikat. Sebelum memiliki liga, Amerika Serikat sudah membentuk tim nasional.

''Kini, dengan mereka sudah mepunyai liga yang bersih, kemudian ditambah masuknya berbagai sponsor, dan pemain-pemain yang terus bermunculan, timnas Amerika sekarang sudah cukup stabil.”

“Jadi, hal-hal itu sudah terbukti di mancanegara,'' ujar ketua panitia penyelenggara gelaran Asian Games 2018 tersebut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA