Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

 Singapura akan Tingkatkan Kapasitas Masjid Hingga 75 Persen

Sabtu 26 Mar 2022 11:09 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Seorang pekerja mengenakan pakaian pelindung (hazmat) dan masker mengepel lantai di Masjid Hajjah Fatimah di Singapura, Jumat (13/3). Singapura membuka ruang shalat terbatas untuk jamaah pekerja di sejumlah masjid terkait wabah corona.

Seorang pekerja mengenakan pakaian pelindung (hazmat) dan masker mengepel lantai di Masjid Hajjah Fatimah di Singapura, Jumat (13/3). Singapura membuka ruang shalat terbatas untuk jamaah pekerja di sejumlah masjid terkait wabah corona.

Foto: AP Photo/Ee Ming Toh
Singapura memutuskan melakukan beberapa pelonggaran terkait Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Otoritas Singapura memutuskan melakukan beberapa pelonggaran terkait Covid-19. Nantinya, lebih banyak umat Islam dapat bergabung melakukan shalat berjamaah di masjid.

Mulai Jumat depan atau 1 April, kapasitas masjid akan ditingkatkan dari 50 persen menjadi 75 persen. Kepala eksekutif Dewan Agama Islam Singapura (Muis), Kadir Maideen, menyebut pemesanan slot shalat secara daring akan dibatalkan untuk shalat Jumat sesi kedua.
 
Pemesanan daring tidak lagi diperlukan untuk sesi kedua dari dua sesi shalat yang tersedia, asalkan masjid asalkan masjid masih dalam kapasitasnya.
 
"Kami berharap dapat terus menyambut lebih banyak jamaah dengan aman kembali ke masjid, terutama karena mendekati bulan suci Ramadhan,” kata dia dikutip di Straits Times, Sabtu (26/3/2022).
 
Selama bulan puasa Ramadhan yang dimulai pada 2 April, umat Islam berpuasa dari fajar hingga senja, dan beberapa melakukan shalat Tarawih di masjid-masjid. Rencana untuk Ramadhan disebut akan diumumkan bertahap pada waktunya.
 
Informasi ini ia sampaikan setelah pihak berwenang mengumumkan batas kapasitas untuk acara dan pengaturan yang lebih besar, yang melibatkan lebih dari 1.000 orang, akan dinaikkan menjadi 75 persen.
 
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA