Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Wapres: Masih Ada PR Penurunan Stunting 10 Persen Lebih

Sabtu 26 Mar 2022 10:39 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Prevalensi stunting di Indonesia tercatat di angka 24,4 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan masih ada pekerjaan rumah untuk menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024 mendatang. Saat ini, kata Wapres, prevalensi stunting di Indonesia tercatat di angka 24,4 persen.

"Artinya, dalam kurun waktu sekitar dua tahun ke depan, kita harus bisa menurunkan prevalensi stunting hingga lebih dari 10 persen," kata Wapres saat memberi keynote speech di acara Rapat Kerja Nasional III Tahun 2022 Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, Sabtu (26/3).

Baca Juga

Wapres mengatakan stunting berdampak pada penurunan kecerdasan dan kemampuan kognitif, serta terganggunya metabolisme tubuh sehingga rentan terhadap penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes.

Kesemuanya itu, menurut Wapres, akan menurunkan produktivitas di masa depan. Sementara keunggulan SDM adalah kunci mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia maju.

Wapres melanjutkan, berdasarkan kajian Bank Dunia, kerugian ekonomi akibat stunting dan kekurangan gizi lainnya adalah 2 hingga 3 persen terhadap total PDB sebuah bangsa. Bagi Indonesia, total kerugian akibat stunting mencapai lebih dari Rp300 triliun setiap tahunnya.

"Permasalahan stunting mendesak untuk diatasi karena kerugian yang ditimbulkannya tidak sedikit," katanya.

Karena itu, Wapres mengharapkan peran dan sinergi berbagai pihak dalam mengupayakan penurunan stunting baik di pusat, daerah, dan desa, termasuk pelibatan para Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) yang memiliki pengetahuan dan pengalaman profesional dalam mengatasi permasalahan kesehatan publik.

Ia pun berharap Rapat Kerja Nasional ke-III HAKLI tahun 2022 ini dapat menghasilkan rumusan dan rekomendasi kebijakan yang mendukung upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.

"Saya optimis, dengan kerja sama dan gotong royong di antara multifaktor, termasuk kalangan tokoh agama, insya Allah kita dapat menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA