Satgas: Kasus Covid-19 Isolasi di Bantul Tinggal 1.472 Orang

Red: Muhammad Fakhruddin

Satgas: Kasus Covid-19 Isolasi di Bantul Tinggal 1.472 Orang (ilustrasi).
Satgas: Kasus Covid-19 Isolasi di Bantul Tinggal 1.472 Orang (ilustrasi). | Foto: www.freepik.com

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kasus aktif atau yang menjalani isolasi dari hari ke hari terus menurun hingga Kamis tinggal 1.472 orang, menyusul pasien sembuh mendominasi ketimbang kasus baru.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Bantul dalam keterangan pers Pemkab di Bantul, Kamis (24/3/2022), bahwa kasus konfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh dalam sehari terakhir sebanyak 201 orang, sementara kasus konfirmasi bertambah sebanyak 82 orang.

Pasien pulih itu di antaranya yang terbanyak dari Kasihan 31 orang, Jetis juga 31 orang, kemudian Bambanglipuro 29 orang, sementara kasus konfirmasi COVID-19 terbanyak dari Banguntapan 13 orang, Imogiri 12 orang, dan Sewon juga 12 orang.

Dalam periode yang sama terdapat kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia dua orang dari Kecamatan Sewon. Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 di Bantul hingga kini terakumulasi 73.259 orang, dengan angka kesembuhan sebanyak 70.096 orang, sementara kasus kematian totalnya tercatat 1.691 orang.

Baca Juga

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit dan selter terpadu wilayah Bantul per Kamis ini tercatat masih 1.472 orang yang tersebar di seluruh 17 kecamatan se-Bantul.

Disebutkan pula bahwa cakupan vaksinasi COVID-19 Bantul hingga saat ini, untuk dosis satu mencapai sebanyak 787.445 orang atau 87,56 persen dari total sasaran 899.352 orang, sementara untuk dosis dua tervaksin sebanyak 754.499 orang atau 83,89 persen.

Untuk capaian vaksinasi penguatdi Bantul terealisasi sebanyak 73.613 orang atau 9,79 persen dari total sasaran penerima vaksin dosis tiga 752.225 orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terus mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena meski kasus sembuh terus bertambah, namun potensi penularan COVID-19 masih terjadi di masyarakat. "Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya.

sumber : ANTARA
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Terkait


Menko PMK: Covid-19 Perlambat Penanganan Stunting

Endemi?

Tak Perlu Karantina, PPLN Tetap Wajib Tes Usap PCR

Pencari Suaka Asal Somalia Dipindahkan ke Batam

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Diminta Fokus kepada Pertumbuhan Sektor UMKM

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark