Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Gejala Deltacron yang Jarang Ditemukan pada Kasus Covid-19 Sebelumnya

Jumat 25 Mar 2022 00:13 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Covid-19. Varian deltacron mulai bermunculan di beberapa negara. Infeksi deltacron dapat memunculkan gejala Covid-19 yang tidak umum.

Ilustrasi Covid-19. Varian deltacron mulai bermunculan di beberapa negara. Infeksi deltacron dapat memunculkan gejala Covid-19 yang tidak umum.

Foto: Pixabay
Kasus infeksi varian deltacron telah bermunculan di beberapa negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deltacron merupakan varian rekombinan dari delta dan omicron. Infeksi deltacron bisa memunculkan gejala Covid-19 yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Sebagian gejala Covid-19 yang disebabkan infeksi deltacron merupakan gejala Covid-19 yang umum seperti hidung beringus dan tenggorok gatal. Namun, infeksi deltacron dapat memunculkan gejala Covid-19 yang tidak umum.

Baca Juga

"Ada gejala yang sudah dikenal seperti hidung beringus dan tenggorok gatal, dan vertigo yang umumnya tak dikaitkan dengan strain virus penyebab Covid-19 hingga saat ini," kata ahli imunologi dan pendiri Cignpost Diagnostics, Denis Kinane, seperti dilansir laman Express, Kamis (24/3/2022).

Di awal kemunculannya, sempat muncul kekhawatiran bahwa deltacron akan memiliki tingkat penularan seperti omicron dan menyebabkan sakit berat seperti delta. Akan tetapi, Kinane menilai, masyarakat lebih baik waspada daripada khawatir berlebih.

Alasannya, hingga saat ini jumlah kasus infeksi deltacron masih tidak begitu banyak. Di Inggris, misalnya, jumlah kasus infeksi deltacron hanya di bawah 40 kasus per pertengahan Maret. Di Amerika dan Eropa, kasus infeksi Deltacron tak sampai 20 kasus.

Kinane mengatakan, varian orisinal masih menjadi yang paling destruktif dalam hal keparahan gejala. Selain itu, omicron merupakan varian yang dinilai memiliki tingkat penularan lebih tinggi. Berdasarkan hal ini, Kinane menilai, ada harapan bahwa varian-varian baru Covid-19 yang akan datang tidak begitu mematikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA