Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Keyakinan Sufyan Soal Rezeki akan Mengikuti Para Pencari Ilmu

Rabu 23 Mar 2022 15:53 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Para santri Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung tengah mencari ilmu agama (ilustrasi). Allah SWT akan memberikan kecukupan bagi para pencari ilmu

Para santri Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung tengah mencari ilmu agama (ilustrasi). Allah SWT akan memberikan kecukupan bagi para pencari ilmu

Foto: Dok Ponpes Darul Akhyar Parungbingung
Allah SWT akan memberikan kecukupan bagi para pencari ilmu

REPUBLIKA.CO.ID, — Adalah Sufyan bin Sai’d bin Masruq bin Habib bin Rafi’ bin Abdillah. Sufyan ats-Tsauri lahir di Kufah pada pada 96H/715 M dan wafat di Bashrah pada 161 H/778 M. Dia adalah seorang ulama yang sangat menguasai disiplin ilmu hadits.

Nasihat-nasihat Sufyan ats-Tsauri banyak tercecer di sejumlah kitab. Beberapa di antaranya dikumpulkan Shalih Ahmad asy-Syami dalam bukunya berjudul  “Tenangkan Pikiran & Hatimu Setiap Saat dengan Petuah-petuah Bijak Jilid II”.

Baca Juga

Dalam buku ini banyak yang mengandung hikmah dan sangat bermanfaat bagi umat Islam. Sama dengan dua ulama sebelumnya, dalam buku ini dia juga memberikan nasihat tentang ilmu dan nasihat keagamaan lainnya.

Namun, Sufyan ats-Tsauri banyak menyampaikan nasihatnya berdasarkan pengalamannya. Suatu ketika, dia tiba di suatu daerah yang bernama Asqalan. Selama berada di sana, tak seorang pun bertanya kepadanya tentang ilmu. Lalu dia berkata, “Tenggelamkan saja negeri ini, dan aku keluar dari sini. Ini adalah negeri di mana ilmu telah mati.”

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa ilmu itu bukan yang disampaikan oleh satu orang kepada yang lain. Akan tetapi, ilmu adalah rasa takut kepada Allah SWT.

Ketika mencari ilmu, Sufyan pun berdoa, “Ya Allah Tuhanku! Aku pasti sudah memiliki jatah rezeki, sedangkan aku harus tetap menuntut ilmu.” Lalu, Sufyan hanya berkonsentrasi untuk mencari ilmu sambil memohon kepada Allah SWT agar mencukupi kebutuhannya.

Sufyan ats-Tsauri sangat getol dalam mengajarkan ilmu hadits. Seandainya mereka yang ingin belajar hadits tidak mendatanginya, maka Sufyan akan mendatangi rumah mereka. Seandainya Sufyan mengetahui bahwa seseorang belajar hadits dengan niat tulus, niscaya Sufyan akan datang ke rumahnya dan dia sampaikan hadits kepadanya.

Menurut Sufyan, tidak ada amal yang lebih utama daripada belajar hadits dengan niat tulus. Bahkan, dia menegaskan bahwa sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang banyak adalah hadits, sehingga setiap umat Islam hendaknya mempelajari ilmu ini.

Nasihat-nasihat mendalam dari ketiga ulama ini bagaikan air telaga yang airnya takkan habis dikuras. Tidak hanya berkaitan dengan ilmu, tapi juga nasihat-nasihat dalam kehidupan. Buku ini dapat mengantarkan pembaca menuju ketenangan hati dan pikiran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.     

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA