Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Dirjen Bimas Islam: MHQH Sarana Syiar Islam yang Moderat

Rabu 23 Mar 2022 09:51 WIB

Red: Christiyaningsih

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan MHQH ke-14 merupakan salah satu media menyuburkan syiar Islam yang moderat.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan MHQH ke-14 merupakan salah satu media menyuburkan syiar Islam yang moderat.

Foto: Kemenag
MHQH ke-14 merupakan salah satu media menyuburkan syiar Islam yang moderat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan perhelatan Musabaqah Alquran dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud merupakan sarana syiar Islam yang moderat. Hal ini disampaikan Dirjen saat memberikan sambutan pada pembukaan Musabaqah Hafalan Alquran dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud ke-14 di Hotel Millennium, Jakarta, Selasa (22/3/2022) malam.

"MHQH ke-14 ini merupakan salah satu media atau sarana untuk menyuburkan syiar Islam yang berintikan syiar kedamaian yang tidak membedakan suku, bangsa, maupun golongan, dan agama," kata Dirjen.

Baca Juga

Ia mengaku bersyukur animo masyarakat terkait MHQH sangat tinggi. Menurutnya ada 1.124 peserta yang mendaftarkan diri dari unsur pondok pesantren, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan perguruan tinggi serta lembaga Islam lainnya.

"Ini menunjukkan semangat dan jumlah para hafiz dan muhadis semakin banyak dan tersebar di seluruh pelosok negeri ini. Saya berharap naiknya angka partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini dibarengi dengan semakin perhatian umat Islam, terutama generasi muda Islam untuk tekun membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran," urainya.

Kamaruddin mengatakan Pemerintah Indonesia melalui Kemenag menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Arab Saudi yang telah secara rutin menyelenggarakan MHQH di Indonesia. "Semoga kerja sama ini akan tetap terjalin dan dapat ditingkatkan pada bidang yang lain dan dapat mempererat hubungan antara kedua negara serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman keagamaan yang baik kepada masyarakat Muslim Indonesia," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA