Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Pesan Menag dan Wakil Ketua MPR RI untuk Alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah

Selasa 22 Mar 2022 23:24 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas, mengajak  alumni Tarbiyatut Tholabah untuk membangun bangsa dan negara

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas, mengajak alumni Tarbiyatut Tholabah untuk membangun bangsa dan negara

Foto: Dok Istimewa
Alumni Tarbiyatut Tholabah diajak untuk membangun bangsa dan negara

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN,  – Ikatan Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (IKBAL TABAH) Kranji Paciran Lamongan menggelar Puncak Peringatan Hari Lahirnya yang ke-40 Tahun secara Virtual, akhir pekan lalu, Sabtu malam (19/3/2022). 

Ketua Umum IKBAL TABAH, Moh Nur Huda, menyampaikan  IKBAL TABAH adalah organisasi Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah yang berdiri pada 19 Maret 1982 dan pada malam hari ini diselenggarakan puncak peringatan Hari Lahir yang ke-40 Tahun secara virtual.  

Baca Juga

“Kegiatan ini dikemas juga dengan Refleksi Harlah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang diikuti oleh Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah baik yang ada di Indonesia maupun di Luar Negeri, kata dia dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022). 

Hadir dalam kegiatan ini Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah KH M Nasrullah Baqir, Ketua Yayasan TABAH Drs Fathur Rahman.  

Turut menyampaikan Sambutan dan pesan-pesan kebangsaan dalam kegiatan ini Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. 

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan Kementerian Agama telah menetapkan sejumlah program strategis untuk penguatan pondok pesantren, seperti beasiswa untuk santri berprestasi, program peningkatan akses mutu pesantren, pembentukan majelis masyayikh, penguatan peran pesantren, digitalisasi pendidikan pesantren, dan lain sebagainya. 

“Pemerintah juga terus mendorong dan memfasilitasi kemandirian pesantren. Pada 2022 ini misalnya, Kemenag telah membuka program Bantuan inkubasi Bisnis Pesantren demi terciptanya kemandirian pesantren dalam bentuk pendirian UKM, usaha waralaba, minimarket, dan lain sebagainya,” kata Menag. 

Menurut Gus Men, begitu akrab disapa, banyak peluang yang dapat dijalankan oleh organisasi alumni pesantren, mulai dari memberikan edukasi terhadap adik-adik kita tentang pentingnya ilmu agama dan ilmu umum, pentingnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan karakter, sampai pada advokasi terhadap pimpinan pondok pesantren. 

“Saya yakin para alumni Tarbiyatut Tholabah dan Pondok Pesantren lainnya memiliki idealisme yang sama. Saatnya rapatkan barisan, mari kita rumuskan konsep-konsep yang dapat disumbangkan kepada pondok pesantren, bangsa dan Negara” paparnya.  

Sementara Gubernur Jatim yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Prov Jatim, Sjaichul Ghulam, menyampaikan melalui forum ini, semoga ikatan persaudaraan dan persatuan umat Islam akan semakin kokoh, para alumni juga diharapkan untuk terus memupuk ilmu yang diperoleh dan mengajarkannya. 

“Dan tidak menutup kemungkinan dengan adanya Para alumni pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah akan dapat membantu para kepala daerah baik itu bupati, para camat ataupun Desa dalam memajukan dan memakmurkan masyarakat’ ucapnya. 

Oleh karenanya selaku Gubernur Jawa Timur, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas keterlibatan lulusan pesantren dalam membangun desanya. 

“Semoga dengan keterlibatan Alumni di masyarakat, akan mendorong Jatim untuk lebih berprestasi  dimasa yang akan datang baik dari sisi perekonomian, sosial, kesejahteraan dan budaya,’ katanya. 

Sementara Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, mengatakan Pesantren Tarbiyatut Tholabah adalah bagian dari pesantren yang ikut berpartisipasi bagi kelangsungan bangsa ini. 

“Saya berharap agar rasa cinta Tanah Air (hubbul wathan minal iman) betul–betul menjadi bagian dari IKBAL TABAH. Teruslah mengabdi, teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara,” tuturnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA