Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Gejala Omicron Bagi yang Sudah Divaksinasi Lengkap

Selasa 22 Mar 2022 21:24 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Gejala omicron paling umum bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap.(ilustrasi)

Gejala omicron paling umum bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap.(ilustrasi)

Foto: republika.co.id
Ada beberapa gejala omicron paling umum bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China menempatkan hampir 30 juta orang pada lockdown yang ketat. Negara tersebut telah mengambil beberapa tindakan paling drastis sejak awal pandemi, meskipun beban kasusnya rendah dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya.

Peningkatan terbaru disebabkan oleh varian omicron. Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan Hong Kong pada November 2021, omicron dikonfirmasi sebagai varian dominan di Inggris pada Desember 2021.

Baca Juga

Ada beberapa gejala omicron paling umum bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap. Terdapat pula dua tanda peringatan dini yang mungkin harus segera disadari.

Peneliti di Norwegia melakukan penelitian dengan mewawancarai 111 dari 117 tamu dari sebuah pesta pada 26 November 2021 di mana terjadi wabah omicron. Dari kelompok yang diwawancarai, 66 memiliki kasus definitif Covid-19 dan 15 memiliki kemungkinan kasus virus.

Dari 111 peserta, 89 persen telah menerima dua dosis vaksin mRNA dan tidak ada yang menerima booster. Menurut temuan yang diterbitkan dalam Eurosurveillance, ada delapan gejala utama yang dialami oleh kelompok pengunjung pesta yang divaksinasi penuh.

Gejala itu adalah batuk, pilek, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, demam, dan bersin. Studi itu juga menemukan bahwa batuk, pilek, dan kelelahan adalah gejala paling umum pada individu yang sudah divaksinasi, sementara bersin dan demam paling jarang terjadi.

Pakar kesehatan masyarakat juga mengatakan mual ke daftar gejala pada orang yang divaksin yang telah tertular varian omicron. Meskipun vaksin melindungi dari gejala yang lebih serius, namun masih memungkinkan untuk tertular Covid-19 bahkan jika sudah di-booster.

Sifat gejalanya yang ringan membuat sulit bagi orang untuk membedakan virus Covid-19 dan flu biasa. Tetapi, menurut Profesor di balik Aplikasi Studi Gejala ZOE, Tim Spector, sekitar 50 persen dari pilek baru saat ini sebenarnya adalah Covid-19.

Para ahli juga menyebut ada dua gejala berbeda yang bisa menjadi tanda positif sudah pasti, yakni kelelahan dan pusing/pingsan. Kelelahan dapat diartikan seperti nyeri tubuh dengan menyebabkan otot yang sakit atau lemah, sakit kepala, dan bahkan penglihatan kabur hingga kehilangan nafsu makan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA