Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Dampak Konflik Rusia-Ukraina, Mesir Tetapkan Harga Jual untuk Roti Nonsubsidi

Selasa 22 Mar 2022 10:47 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Roti tradisional Mesir

Roti tradisional Mesir

Foto: AP Photo/Nariman El-Mofty
Mesir menetapkan harga roti komersial 11,50 pound Mesir per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Mesir menetapkan harga jual tetap untuk roti nonsubsidi. Pemerintah Mesir mengambil langkah ini sebagai tanggapan kenaikan harga pangan, akibat konflik Rusia-Ukraina.

Sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung, akses gandum dari Laut Hitam ditutup. Perdana Menteri Mesir, Moustafa Madbouly, pada Senin (21/3/2022), menetapkan harga roti yang dijual secara komersial dengan harga 11,50 pound Mesir per kilogram.

Baca Juga

Harga jual roti nonsubsidi berlaku untuk roti Aish Balady yang berbentuk bulat dan pipih. Harga yang ditetapkan yaitu 0,50, 0,75 dan 1 pound Mesir untuk roti dengan berat masing-masing 45, 65 dan 90 gram.  

Harga jual roti nonsubsidi juga berlaku untuk roti Eish Fino yang berbentuk lonjong. Harga yang ditetapkan yaitu 0,50, 0,75 dan 1 pound Mesir, dengan berat masing-masing  40, 60, dan 80 gram.

Pelanggaran terhadap harga jual tetap roti nonsubsidi akan dikenakan denda antara 100 ribu hingga 5 juta pound Mesir. Harga tetap itu berlaku selama tiga bulan.

Harga pangan telah meningkat di Mesir, bahkan sebelum Rusia melakukan operasi militer khusus ke Ukraina. Roti merupakan makanan pokok bagi warga Mesir. Harga tepung terigu mengalami peningkatan secara drastis, karena ekspor gandum dari Laut Hitam terganggu.

Harga roti yang tidak disubsidi telah melonjak sebanyak 25 persen, dari 1 pound Mesir menjadi 1,25 pound Mesir per roti dalam tiga minggu sejak Rusia menggelar operasi militer khusus ke Ukraina. Attia Hamad dari Kamar Dagang Kairo mengatakan, harga tepung telah meningkat hingga 15 persen. 

Pekan lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi meminta pemerintah menetapkan harga roti nonsubsidi karena kenaikan harga gandum. Lebih dari 30 persen dari 103 juta penduduk Mesir bergantung pada sektor swasta untuk roti. Sementara sisanya membeli roti bersubsidi dengan harga tetap yaitu 0,05 pound Mesir per roti.

Mesir merupakan pengimpor gandum terbesar di dunia. Mesir membeli lebih dari 60 persen gandum dari luar negeri. Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 80 persen impor pemerintah dan sektor swasta tahun lalu.

Menurut sebuah studi oleh International Food Policy Research Institute, kenaikan harga gandum dapat melipatgandakan pengeluaran negara tahunan untuk impor menjadi 5,7 miliar dolar AS, dari sekitar 3 miliar dolar AS. Sementara mata uang pound Mesir terdepresiasi hampir 14 persen pada Senin (21/3/2022), karena investor asing menarik miliaran dolar dari pasar treasury Mesir menyusul invasi Rusia ke Ukraina. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA