Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Seperti Apa Semarak Peringatan Malam Nisfu Syaban di Mesir?  

Kamis 17 Mar 2022 23:47 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Suasana di salah satu masjid Mesir.

Suasana di salah satu masjid Mesir.

Foto: Uttiek M Pandji Astuti
Peringatan malam Nisfu Syaban juga digelar umat Muslim di Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Malam Nisfu Syaban dianggap spesial bagi umat Islam karena memiliki banyak keutamaan. Pada malam yang istimewa ini, umat Islam di seluruh dunia memperbanyak amal sholeh dan berdoa kepada Allah SWT.

Di antara keutamaan malam Nisfu Syaban adalah dikabulkan segala doanya dan dan mendapatkan pahala yang melimpah. Pada malam yang mulia ini, Allah juga akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan.

Baca Juga

Setiap Malam Nisfu Syaban, umat Islam di Indonesia biasanya membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan berdoa bersama di masjid, khusus selepas Maghrib. Bagaimana jika peringatan Malam Nisfu Syaban di Mesir? Apakah sama dengan di Indonesia?

Pertanyaan ini dijawab oleh Alumni Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz Aba Abror Al Muqaddam. Selama enam tahun belajar di negeri Piramida itu, dia telah banyak mengetahui tentang amaliyah umat Islam di Mesir, termasuk pada Malam Nisfu Syaban.

“Di Mesir memang juga semarak dilakukan Perayaan Malam Nisbu Syaban. Bahkan, hampir semua tarekat-tarekat sufi di Mesir itu menggelar Peringatan Malam Nisfu Syaban di masjid-masjid atau di zawiyah-zawiyah atau pondok kalau di sini,” ujar dai yang akrab dipanggil Gus Aba Abror ini dalam Program Republika Ngaji yang ditayangkan di youtube Republika Official pada Kamis (17/3/2022) malam.

Dia menjelaskan, pada Malam Nisfu Syaban itu mereka berkumpul untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Namun, menurut dia, kegiatan pokok yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, yaitu dengan membaca Surat Yasin tiga kali dan membaca doa.

“Cuma, untuk kegaitan tambahannya biasanya dimulai dengan majelis ilmu dulu. Biasanya baca kitab yang khusus menerangkan tentang keutamaan bulan Syaban. Kita meriwayatkan kitab itu dulu, baru kemudian kita berdoa bersama, atau bahkan ada yang menghidupkan malamnya satu malam penuh,” ucap dia.

Jadi, lanjut dia, selama Malam Nisfu Syaban mereka berkumpul sejak Maghrib untuk mengaji dan berdzikir semalaman. Setelah makan dan istirahat sebentar, kemudian dilanjutkan lagi dengan qiyamul lail, seperti Sholat Tahajud, Sholat Hajar, sholat Witir, dan diakhiri dengan sholat Subuh berjamaah.

“Jadi macam-macam (kegiatannya). Tapi, intinya amalan pokok yang diajarkan para ulama seperti yang ada di Indonesia sama, yaitu baca Yasin tiga kali, kemudian baca doa,” kata Pengasuh Kajian Tasawuf Ikatan Warga Muslim Indonesia-Taiwan (IWAMIT) ini.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA