Saturday, 12 Rabiul Awwal 1444 / 08 October 2022

Raja Salman Keluar dari Rumah Sakit Seusai Pemeriksaan Medis

Rabu 16 Mar 2022 21:08 WIB

Rep: Ferginadira, Rizky Jaramaya  / Red: Nashih Nashrullah

Pemimpin Arab Saudi Raja Salman (Ilustrasi). Raja Salman pernah menjalani operasi kantung empedunya pada 2020 lalu.

Pemimpin Arab Saudi Raja Salman (Ilustrasi). Raja Salman pernah menjalani operasi kantung empedunya pada 2020 lalu.

Foto: EPA-EFE/BANDAR ALJALOUD
Raja Salman pernah menjalani operasi kantung empedunya pada 2020 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH— Raja Salman dilaporkan telah keluar dari rumah sakit dalam pengumuman Kerajaan Arab Saudi pada Rabu (16/3/2022). Raja Salman dikatakan telah berhasil menjalani tes medisnya. 

"Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah meninggalkan rumah sakit setelah menjalani beberapa tes medis," kata pernyataan kerajaan. 

Baca Juga

Melansir The National, Raja Salman (86 tahun) menjalani beberapa tes medis di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal, Riyadh. Dokter juga mengganti baterai alat pacu jantungnya. 

"Dia, semoga Allah melindunginya, dijadwalkan untuk menjalani beberapa hari istirahat sesuai dengan rencana perawatan," tambah pernyataan kerajaan. 

Pada Juli 2020, Raja Salman menjalani operasi yang sukses untuk mengangkat kantung empedunya. Ia pertama kali dirawat di Rumah Sakit Spesialis King Faisal pada musim panas itu setelah peradangan.

Raja Salman telah memerintah Arab Saudi sejak 2015. Dia menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai putra mahkota dan wakil perdana menteri sebelum naik takhta menjadi raja. Selain itu, Salman juga pernah menjabat sebagai gubernur Riyadh selama lebih dari 50 tahun.

Penguasa de facto Arab Saudi selanjutnya adalah putra mahkota Mohammed bin Salman atau yang dikenal secara luas sebagai MBS. Dia telah meluncurkan reformasi untuk mengubah perekonomian kerajaan Saudi agar tidak selalu bergantung pada minyak. Pangeran berusia 34 tahun itu sangat populer di kaum muda Arab Saudi.

MBS telah mengurangi pembatasan di kerajaan Arab Saudi yang konservatif, termasuk memberikan hak-hak kepada perempuan.

Selain itu, dia berjanji untuk melakukan diversifikasi ekonomi. Keberanian MBS untuk melakukan reformasi disambut baik oleh sejumlah pihak. Namun kendali negara atas media membuatnya sulit mengukur tingkat antusiasme domestik.

Reformasi putra mahkota telah disertai dengan pembersihan bangsawan kerajaan dan pengusaha atas tuduhan korupsi. Namun, martabatnya kini dipertaruhkan setelah kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 lalu.   

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA