Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

China Sebut Taiwan Ambil Keuntungan dari Krisis Ukraina

Rabu 16 Mar 2022 17:27 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Warga Ukraina di Taiwan melakukan aksi tolak invasi di Taipei, Ahad (13/3/2022).

Warga Ukraina di Taiwan melakukan aksi tolak invasi di Taipei, Ahad (13/3/2022).

Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
China kecam bantuan kemanusiaan Taiwan untuk China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China pada Rabu (16/3/2022) mengecam bantuan kemanusiaan Taiwan untuk Ukraina dan sanksi terhadap Rusia. Menurut China, Taiwan mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China Zhu Fenglian menilai pemerintah Taiwan sedang mencoba untuk mengaitkan masalah ini untuk tujuannya sendiri. "Otoritas Partai Progresif Demokratik menggunakan masalah Ukraina untuk memvalidasi keberadaan mereka dan mendukung isu panas, mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain," katanya, mengacu pada partai yang berkuasa di Taiwan.

Baca Juga

"Upaya mereka untuk menghasut konfrontasi dan menciptakan permusuhan melalui manipulasi politik tidak akan berhasil," ujarnya menambahkan.

Taiwan mengumumkan akan mengirimkan lebih banyak dana yang disumbangkan oleh masyarakat Taiwan untuk pengungsi akibat perang Ukraina. Pemerintah mengatakan bahwa di Ukraina, Taiwan memiliki kewajiban untuk berdiri bersama negara-negara demokrasi lainnya.

Selasa (15/3/2022) malam, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengumumkan donasi kedua senilai 11,5 juta dolar AS untuk membantu para pengungsi Ukraina. Pada donasi awal bulan ini Taiwan menyumbangkan sebesar 3,5 juta dolar AS. Presiden Tsai Ing-wen juga telah menyumbangkan satu bulan gajinya.

"Selama konflik ini, orang-orang Taiwan telah menunjukkan belas kasih yang tak terbatas," kata kementerian itu mengutip Menteri Luar Negeri Joseph Wu dalam sebuah acara yang dihadiri oleh beberapa diplomat senior Barat yang berbasis di Taipei, termasuk duta besar de facto Uni Eropa.

Perang di Ukraina telah mengumpulkan simpati luas di Taiwan. Para warganya memandang kesejajaran antara invasi Rusia dan ancaman militer yang ditimbulkan oleh China. Seperti diketahui China menganggap pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri.

Taiwan juga telah bergabung dalam sanksi yang dipimpin Barat terhadap Rusia. Sementara China mengatakan, pekan lalu Palang Merah China akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai 5 juta yuan (786 ribu dolar AS) ke Ukraina, bantuan pertama yang diumumkan secara publik ke negara itu sejak perang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA