Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Kasus Covid-19 di Pangandaran Diklaim Menurun

Jumat 11 Mar 2022 18:47 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa SMP di Kabupaten Pangandaran menjalani vaksinasi Covid-19 di sekolahnya.

Siswa SMP di Kabupaten Pangandaran menjalani vaksinasi Covid-19 di sekolahnya.

Foto: Dok Disdikpora Kabupaten Pangandaran
Saat ini, total kasus aktif di daerah itu berjumlah 144 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mengklaim kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami penurunan. Saat ini, total kasus aktif di daerah itu berjumlah 144 kasus, dengan rincian 17 orang menjalani isolasi di rumah sakit dan 127 orang menjalani isolasi mandiri. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, mengatakan, dalam satu hari terakhir, hanya terdapat penambahan delapan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 22 orang yang sedang menjalani isolasi dilaporkan sudah sembuh. "Sudah mulai menurun atau melandai," kata dia, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mencatat, kasus aktif sempat mencapai 200 pada 24 Februari 2022. Namun, kasus itu mulai mengalami penurunan hingga saat ini mencapai 144 orang yang masih menjalani isolasi. 

Ihwal adanya pelonggaran aturan perjalanan domestik dari pemerintah pusat, Yadi mengatakan, daerah siap akan menmatuhi aturan tersebut. Namun, sebagai daerah tujuan wisatawan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran akan selalu waspada terkait penyebaran Covid-19. "Mangkanya tes antigen di Kabupaten Pangandaran setiap hari tetap dilaksanakan termasuk, di objek wisata," ujar dia.

Ia mengeklaim, hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari aktivitas pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Dari tes swab acak yang selama ini dilakukan di objek wisata, belum ditemukan adanya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sampai saat ini belum ada (kasus positif Covid-19 di objek wisata), dari wisatawan juga blm ditemukan yang hasil tes antigennya positif," kata dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA