Jumat 11 Mar 2022 05:40 WIB

Juwayriyah Binti Al Harits, dari Tawanan Perang Menjadi Istri Rasulullah SAW

Juwayriyah menghabiskan sebagian besar waktunya dalam ibadah dan berdzikir.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi istri Nabi Muhammad. Juwayriyah Binti Al Harits, dari Tawanan Perang Menjadi Istri Rasulullah SAW
Foto: Pixabay
Ilustrasi istri Nabi Muhammad. Juwayriyah Binti Al Harits, dari Tawanan Perang Menjadi Istri Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sangat penting untuk mempelajari kehidupan para istri Nabi Muhammad SAW yang terhormat untuk memahami mereka juga adalah manusia yang hidup, makan, tertawa, dan berjuang di jalan Allah SWT. Mempelajari cara hidup istri Nabi SAW akan memberi wawasan penting untuk menjadi muslim yang baik. 

Salah seorang istri Nabi SAW yang juga patut diteladani kehidupannya adalah Juwayriyah binti al-Harits RA. Dia dikenal sebagai seorang yang blak-blakan dan sangat setia. Ia berdiri untuk keadilan dan mengabdikan diri untuk menyembah Allah SWT.

Baca Juga

Dilansir dari About Islam, Sayyidah Juwayriyah sebenarnya lahir dengan status tinggi di sukunya. Ia adalah putri kepala suku Bani al-Mustaliq yang dikenal cantik, anggun, dan kuat. Sayyidah Aisyah menggambarkan Juwayriyah, dengan mengatakan, “Dia adalah wanita yang menyenangkan. Tidak ada yang melihatnya kecuali akan terpikat olehnya."

Pertemuannya dengan Nabi SAW adalah ketika kaum Muslimin mengetahui bahwa Banu al-Mustaliq, suku Juwayriyah, sedang merencanakan serangan terhadap kaum Muslim, perang pun pecah. Kaum Muslimin mengalahkan Banu al-Mustaliq yang membuat hidupnya berubah drastis dari cara pandang dan dalam menjalani hidupnya.

Setelah perang, Juwayriyah RA ditawan dan diberikan sebagai budak kepada Tsabit ibn Qays. Ini adalah nasib yang tidak dapat diterima baginya. Tapi dia tidak segan-segan menghadapi tantangan di hadapannya. Dia mendekati Thaabit ibn Qays untuk merundingkan pembebasannya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement